WIFI dan DSSA Raih Kemenangan Strategis di Lelang Frekuensi 1.4 GHz
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah mengumumkan pemenang lelang frekuensi 1.4 GHz. Dua emiten teknologi, yaitu PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), berhasil keluar sebagai pemenang dalam lelang yang dinilai sangat strategis untuk pengembangan jaringan telekomunikasi nasional ini.
Detail Hasil Lelang Frekuensi 1.4 GHz
Anak usaha WIFI, PT Telemedia Komunikasi Pratama, memenangkan lelang untuk Wilayah I yang meliputi Jawa, Maluku, dan Papua. Nilai penawarannya mencapai Rp403,7 miliar, mengalahkan penawaran dari Telkom (TLKM) dan Eka Mas.
Di sisi lain, PT Eka Mas Republik, yang merupakan anak usaha DSSA, berhasil memenangkan dua wilayah sekaligus. Perusahaan ini meraih Wilayah II (Sumatera, Bali, dan Nusa Tenggara) dengan penawaran Rp300,8 miliar dan Wilayah III dengan nilai Rp100 miliar.
Kewajiban Pembayaran dan Tahap Selanjutnya
Berdasarkan ketentuan Komdigi, pemenang lelang diwajibkan membayar tiga kali lipat dari nilai penawaran pada tahun pertama. Untuk sembilan tahun berikutnya, pembayaran tahunan dilakukan sebesar nilai penawaran awal. Masa keberatan peserta lelang masih terbuka hingga 17 Oktober 2025. Jika tidak ada keberatan, Komdigi akan menerbitkan surat keputusan resmi penetapan pemenang.
Analisis Prospek Bisnis Pasca Kemenangan Lelang
Prospek Positif untuk Saham WIFI
Samuel Sekuritas dalam risetnya menilai kemenangan WIFI akan memperkuat prospek bisnis Fixed Wireless Access (FWA). Model bisnis ini diyakini dapat menopang skalabilitas jangka panjang dengan efisiensi belanja modal (capex) yang lebih baik. Analis juga melihat potensi sinergi strategis antara WIFI dan Telkom (TLKM), khususnya dalam pemanfaatan infrastruktur bersama seperti jaringan menara milik Mitratel (MTEL) untuk memperluas jangkauan layanan.
Ekspansi Nasional untuk Saham DSSA
Bagi DSSA, kemenangan di dua wilayah ini merupakan langkah penting untuk ekspansi jaringan MyRepublic secara nasional. Selama ini, jaringan fiber optic MyRepublic masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Ekspansi ke Sumatera, Bali, Nusa Tenggara, dan wilayah lainnya sejalan dengan fokus DSSA untuk memperkuat bisnis telekomunikasi sebagai pilar pertumbuhan baru perusahaan.
Rekomendasi Analis untuk Saham WIFI dan DSSA
Dengan melihat potensi ekspansi dan peningkatan sinergi yang kuat, Samuel Sekuritas mempertahankan rekomendasi BUY untuk saham WIFI dengan target harga Rp5.200 per saham. Untuk saham DSSA, analis juga memberikan rekomendasi BUY dengan target harga yang lebih tinggi, yaitu Rp150.000 per saham.
Artikel Terkait
MNC Life Beri Voucher MAP Gratis untuk Pembeli Pertama Polis Asuransi Kesehatan Elite Selama Mei 2026
Harga Minyak Melonjak setelah AS Serang Target Iran di Selat Hormuz
IHSG Diprediksi Tertekan, Berpotensi Koreksi ke Kisaran 6.645-6.838
Wall Street Melemah, Reli Saham Teknologi Terhenti di Tengah Ketidakpastian Negosiasi AS-Iran