Alasan Awal Masuk ke Papan FCA
Saham-saham tersebut sebelumnya dimasukkan ke dalam papan FCA karena memenuhi Kriteria 10 peraturan BEI. Aturan ini menyebutkan bahwa saham yang terkena suspensi perdagangan selama lebih dari satu hari akan dimasukkan ke dalam papan pemantauan khusus.
Kasus Saham BUVA dan FAST
Sebelum dikeluarkan, saham BUVA mengalami lonjakan harga yang sangat tajam. Saham emiten perhotelan ini melonjak 82% dalam satu bulan dan bahkan lebih dari 1.200% sejak awal tahun 2025.
Sementara itu, saham FAST juga sempat mengalami kenaikan signifikan sebelum akhirnya terkoreksi. Keputusan BEI memasukkan FAST ke papan FCA sebelumnya menyebabkan sahamnya menyentuh batas auto reject bawah (ARB) selama enam hari berturut-turut, turun dari Rp720 menjadi Rp432 atau setara dengan penurunan 46%.
Dengan dikeluarkannya keenam saham ini dari papan FCA, investor dapat kembali melakukan transaksi jual beli saham BEEF, BUVA, FAST, KBLV, RANC, dan TINS dengan mekanisme perdagangan reguler yang normal.
Artikel Terkait
Pasca Trading Halt, Direktur Utama BEI Iman Rahman Mengundurkan Diri
Puluhan Emiten BEI Terancam Delisting Gara-gara Aturan Free Float
Ketua OJK Dapat Kabar Mundurnya Dirut BEI dari YouTube
Rosan Roeslani: BUMN Kuasai 30 Persen Pasar Modal, Demutualisasi BEI Jadi Prioritas