BUMN Bakal Diperiksa Total 2026, Siap-Siap!

- Selasa, 21 Oktober 2025 | 19:20 WIB
BUMN Bakal Diperiksa Total 2026, Siap-Siap!
Danantara Indonesia Akan Audit Besar-Besaran Laporan Keuangan BUMN 2026

Danantara Indonesia Bakal Audit Besar-Besaran Laporan Keuangan BUMN pada 2026

Danantara Indonesia berencana melakukan audit menyeluruh terhadap laporan keuangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada tahun 2026. Langkah strategis ini diambil sebagai wujud komitmen kuat untuk memperkuat penerapan Good Corporate Governance (GCG) di dalam perusahaan-perusahaan pelat merah.

Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan koreksi terhadap laporan keuangan BUMN yang dinilai tidak mencerminkan kondisi finansial yang sebenarnya.

"Tahun depan, saya akan melakukan koreksi beberapa buku perusahaan BUMN, termasuk (BUMN) yang besar-besar, karena pelaporannya tidak sesuai dan tidak benar," ujar Rosan dalam acara HIPMI-Danantara Business Forum yang diselenggarakan di Jakarta, Senin (20/10/2025).

Praktik Manipulasi Laporan Keuangan BUMN

Rosan mengungkapkan bahwa praktik pelaporan keuangan yang tidak akurat masih sering ditemui di sejumlah BUMN. Salah satu pola umum yang terjadi adalah upaya untuk mempercantik laporan laba rugi agar terlihat tinggi, padahal kenyataannya tidak didukung oleh fundamental keuangan yang sehat.

"Ada komisaris yang mendorong supaya profitnya tinggi tapi dengan cara istilahnya mempercantik buku, misalnya laporan keuangan dibedakin," tegasnya.

Komitmen Zero Tolerance terhadap Fraud

Rosan menegaskan bahwa Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia ini tidak akan mentolerir atau membiarkan praktik penipuan (fraud) semacam itu berlanjut. Tindakan koreksi ini merupakan implementasi langsung dari kebijakan "zero tolerance" Danantara terhadap segala bentuk korupsi dan manipulasi laporan keuangan di tubuh BUMN.

"Saya punya zero tolerance terhadap korupsi dan lain-lain (praktik manipulasi). Kita tidak segan-segan untuk mengambil tindakan semaksimal mungkin," pungkas Menteri Investasi tersebut.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar