Pengamat pasar modal Michael Yeoh menilai saham-saham perbankan besar berpotensi melanjutkan tren penguatan setelah sempat tertekan. Menurut analisis teknikalnya, BBCA memiliki target kenaikan menuju level Rp 8.750, sementara BBRI diarahkan ke Rp 4.000 dan BBNI menuju Rp 4.300.
Faktor Pendukung: Ekspektasi Pemangkasan BI Rate
Potensi pemangkasan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) menjadi katalis utama pergerakan saham perbankan. Michael Yeoh menyatakan, "Menyusul BI rate yang berpotensi dipangkas menurut konsensus sebesar 25 basis poin, kita perhatikan ada beberapa pergerakan menarik dari foreign yang berbalik arah melakukan akumulasi di saham perbankan."
Survei Reuters terhadap 28 ekonom menunjukkan 21 di antaranya memperkirakan BI akan menurunkan suku bunga acuan reverse repo tujuh hari sebesar 25 basis poin menjadi 4,50 persen pada 22 Oktober 2025.
Valuasi Sektor Perbankan di Titik Terendah
Momen ini menjadi sorotan khusus karena valuasi sektor perbankan kini berada pada level terendah sejak 2022. Meski demikian, analis mengingatkan bahwa secara teknikal, sinyal pembalikan tren masih belum terlihat jelas dan pergerakan saat ini baru sebatas pantulan dari area support yang kuat.
Peluang pembalikan arah yang lebih berkelanjutan diperkirakan baru akan terlihat dalam 1-2 bulan ke depan jika saham-saham bank besar mampu mempertahankan level support saat ini.
Artikel Terkait
Pemerintah Buka Keran Dana Pensiun dan Asuransi untuk Dongkrak Bursa
Harga Emas Antam Anjlok Rp260 Ribu per Gram di Akhir Pekan
Commuter Line Bandung Raya Meluncur Lebih Jauh hingga Cicalengka
Harga Emas Antam Anjlok Rp 260 Ribu per Gram di Akhir Januari