Nina menuturkan lesunya aktivitas jual beli di zona kuliner tentu mempengaruhi pendapatan yang dihasilkan para pedagang.
Biasanya, mereka dapat menjual seratusan porsi makanan olahan, tapi sekarang turun hampir 70 persen lebih.
"Sepi sekali karena memang di sini dominan pelanggannya adalah mahasiswa. Kalau mahasiswa libur semester, pasti sangat berdampak sekali terhadap pendapatan," tuturnya.
Banu, pedagang lainnya juga mengakui sekarang mahasiswa yang masih membeli jajanan dan makanan sebagian adalah mahasiswa yang berada di pesantren.
Sebagian mereka tidak pulang karena masih ada aktivitas belajar keagamaan di pesantren.
"Ini memang sudah menjadi risiko ketika pelanggannya mengandalkan mahasiswa, tentu akan lesu saat memasuki libur kampus," katanya.
Namun demikian, ia tetap akan berjualan dengan menyasar pembeli dari masyarakat umum. Berbagai promosi pun mulai dilakukan, seperti memanfaatkan media sosial maupun market place.
Baca Juga: 1500 Personel Gabungan Polres Jayapura Siap Amankan Pemakaman Lukas Enembe
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: banyumas.suaramerdeka.com
Artikel Terkait
Pasar Modal Indonesia Pecahkan Rekor: Investor Tembus 20 Juta, Likuiditas Didominasi Ritel
OWK PACK Picu Saham Melonjak, Sentuh ARA Keenam Hari Berturut-turut
Astra Lanjutkan Bantuan Tahap Kedua untuk Korban Banjir Bandang Sumatra
OJK Pastikan Stabilitas Sektor Keuangan Nasional Bertahan Hingga 2025