Harga minyak mentah melonjak pada perdagangan Selasa (7/7) setelah serangan terhadap pengiriman di Teluk Persia mendorong Amerika Serikat mencabut pengabaian yang melonggarkan pembatasan penjualan minyak mentah Iran. Langkah ini memicu kekhawatiran pasokan global, mendorong harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) dan Brent menguat signifikan.
WTI untuk pengiriman Agustus naik 2,8 persen dan ditutup di level USD 70,44 per barel di New York. Sementara itu, harga minyak mentah Brent untuk penyelesaian September menguat 3 persen dan berakhir di USD 74,16 per barel. Kenaikan ini menjadi yang tertinggi dalam beberapa pekan terakhir.
Di sisi lain, harga batu bara justru melemah. Kontrak batu bara ICE Newcastle untuk Juli 2026 turun tipis 0,31 persen menjadi USD 128,00 per ton. Pelemahan serupa juga terjadi pada harga minyak kelapa sawit (CPO) yang turun 0,07 persen menjadi MYR 4.547 per ton.
Harga nikel juga mengalami penurunan. Berdasarkan data London Metal Exchange (LME), nikel turun 0,45 persen menjadi USD 16.348 per ton. Sementara itu, harga timah mencatatkan kenaikan tipis 0,54 persen dan ditutup di level USD 53.350 per ton.
Artikel Terkait
Harga Minyak Dunia Anjlok 43 Persen, OPEC+ Dihadapkan pada Dilema Produksi
Serangan Iran Guncang Strategi Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Harga Minyak Tertekan, Brent Berpotensi Uji Level USD65
Harga Minyak Dunia Anjlok Lebih dari 10 Persen dalam Sepekan