Tim nasional Mesir harus mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 setelah takluk 3-2 dari Argentina pada babak 16 besar di Atlanta Stadium. Sempat unggul dua gol lebih dulu, Mesir kehilangan keunggulan di 20 menit terakhir dan kebobolan gol penentu pada masa injury time.
Yasser Ibrahim membuka keunggulan Mesir pada menit ke-15, disusul gol Mostafa Zico di menit ke-67. Namun, Argentina membalas melalui Cristian Romero (79'), Lionel Messi (83'), dan Enzo Fernandez (90 2') yang memastikan kemenangan dramatis Albiceleste.
Klaim Kontroversi Hossam Hassan
Pelatih Mesir, Hossam Hassan, meluapkan kekesalannya terhadap sejumlah keputusan wasit yang dinilainya merugikan timnya. Ia menyoroti insiden sebelum gol Enzo Fernandez ketika Mohamed Salah terjatuh di kotak penalti Argentina, serta pelanggaran Alexis Mac Allister terhadap pemain Mesir dalam situasi serangan balik.
| Menit | Kejadian Penting Pertandingan |
|---|---|
| 15' | Gol Yasser Ibrahim (Mesir) |
| 67' | Gol Mostafa Zico (Mesir) |
| 79' | Gol Cristian Romero (Argentina) |
| 83' | Gol Lionel Messi (Argentina) |
| 90 2' | Gol Enzo Fernandez (Argentina) |
Kekalahan ini menghentikan langkah Mesir di fase gugur, sementara Argentina melaju ke perempat final untuk menghadapi Swiss.
Tudingan Faktor Eksternal Lapangan
Hassan secara terang-terangan menyindir adanya upaya untuk meloloskan Argentina dan sang kapten demi menjaga atmosfer kompetisi. Ia menilai performa skuadnya jauh lebih dominan sepanjang laga.
"Kami tampil lebih baik daripada juara bertahan, lebih baik dalam segala hal, tetapi hasilnya dipengaruhi oleh faktor internal di lapangan dan faktor eksternal di luar lapangan," kata Hassan, Rabu (08/07/2026).
"Mungkin mereka ingin mempertahankan sang juara dunia dalam kompetisi ini. Mungkin mereka ingin Messi tetap bersaing," ujarnya.
"Dalam sepakbola, terkadang ada faktor eksternal yang melampaui aspek teknis. Juara dunia itu (Argentina) mendapat dukungan di semua tingkatan," tambah Hassan.
"Tampaknya ada tekanan dari pihak Argentina terkait hasil ini. Kami keberatan dengan penunjukan wasit karena situasi melawan Prancis, tetapi setiap tim pasti akan mengalami masa-masa sulit pada suatu saat, dan kami mengalaminya," pungkasnya.
Artikel Terkait
Murat Yakin Bawa Swiss ke Perempat Final Piala Dunia 2026, Sejarah Terulang Setelah 72 Tahun
Kemenangan Argentina Atas Mesir Tuai Kontroversi, Wasit dan VAR Dituding Berat Sebelah
Swiss ke Perempat Final Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Kolombia Lewat Adu Penalti
Kekalahan dari Argentina Picu Kemarahan Mesir, Pelatih Tuding FIFA Berpihak