Startup kecerdasan buatan asal China, DeepSeek, dikabarkan tengah mengembangkan chip AI buatannya sendiri. Langkah ini dinilai sebagai upaya untuk mengurangi ketergantungan terhadap pemasok chip seperti Nvidia dan Huawei.
Berdasarkan laporan Reuters yang mengutip tiga sumber yang mengetahui proyek tersebut, chip AI yang dirancang DeepSeek difokuskan untuk kebutuhan inference proses komputasi ketika model yang telah dilatih menghasilkan jawaban atau menjalankan tugas untuk pengguna. Berbeda dengan chip untuk pelatihan model AI, chip inference umumnya lebih hemat daya dan lebih murah. Segmen ini diperkirakan menjadi pasar dengan pertumbuhan tercepat seiring meluasnya penggunaan AI di berbagai aplikasi.
Jika proyek ini berhasil, DeepSeek bisa mengurangi ketergantungannya pada chip Nvidia dan Huawei yang selama ini digunakan untuk melatih dan menjalankan model AI mereka. Kabar tersebut sempat menekan saham Nvidia yang turun sekitar 1,6 persen pada perdagangan prapasar di Amerika Serikat pada Selasa (7/7) WIB.
Analis Radio Free Mobile, Richard Windsor, menilai dampaknya terhadap Nvidia akan sangat terbatas. "Nvidia praktis sudah tidak memiliki pasar di China dan kemungkinan akan tetap seperti itu. DeepSeek juga hampir tidak memiliki peluang menjual chip di luar China tanpa akses ke manufaktur semikonduktor paling canggih," ujarnya, mengutip Reuters.
DeepSeek selama ini menggunakan kombinasi chip Nvidia dan Huawei. Model fondasi yang menjadi dasar model penalaran R1 dilatih menggunakan Nvidia H800, chip khusus pasar China yang kemudian dilarang pemerintah Amerika Serikat pada 2023. Setelah pembatasan ekspor tersebut, DeepSeek semakin mengandalkan ekosistem Huawei. Pada April 2026 lalu, perusahaan meluncurkan model V4 yang telah dioptimalkan untuk chip Huawei Ascend. Huawei juga menyatakan proses pelatihan model V4-Flash memanfaatkan sebagian proses komputasi menggunakan chip Ascend.
Di sisi lain, Huawei menikmati lonjakan permintaan chip AI di pasar domestik setelah Amerika Serikat membatasi ekspor chip AI tercanggih Nvidia ke China. Huawei kini menguasai sekitar separuh pasar chip AI China yang nilainya diperkirakan mencapai 50 miliar dolar AS. Namun, posisi Huawei mulai menghadapi persaingan baru. Alibaba dan Baidu juga mengembangkan chip AI sendiri untuk mengurangi ketergantungan terhadap pemasok eksternal. Kini, DeepSeek ikut memasuki persaingan tersebut.
Menurut sumber Reuters, proyek pengembangan chip DeepSeek dimulai sekitar satu tahun lalu. Perusahaan telah berdiskusi dengan perusahaan desain chip, pabrik semikonduktor, serta produsen memori. DeepSeek juga diam-diam merekrut lebih banyak insinyur desain chip tanpa memasang lowongan di platform rekrutmen publik.
Pendiri DeepSeek, Liang Wenfeng, sebelumnya mengakui pembatasan ekspor chip dari Amerika Serikat menjadi tantangan besar bagi perusahaan. Meski demikian, DeepSeek belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan pengembangan chip tersebut.
Artikel Terkait
DeepSeek akan Gandakan Jumlah Karyawan di Tengah Kompetisi AI China