Kapal tanker milik PT Pertamina (Persero), Pertamina Pride, akhirnya berhasil melintasi Selat Hormuz setelah sempat tertahan akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Kapal tersebut kini telah keluar dari Teluk Persia dan tengah berlayar menuju Cilacap, Jawa Tengah.
Berdasarkan data pelacakan, Pertamina Pride saat ini berada di Teluk Oman dan diperkirakan tiba di Cilacap pada 21 Juli 2026. Kapal tanker ini membawa muatan minyak mentah yang diangkut dari terminal Ras Tanura sejak 14 Maret 2026.
Sebelumnya, kapal tersebut terjebak di Selat Hormuz bersama kapal lain milik Pertamina, Gamsunoro, yang disewa oleh pihak ketiga. Gamsunoro telah lebih dulu berhasil melintas pada 24 Juni 2026.
VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyatakan harapannya agar Pertamina Pride dapat menyusul. "Kita berharap dengan kondisi Selat Hormuz yang masih bergejolak, kita juga berharap satu kapal kami lagi, yaitu Pride, sedang memproses tapi tetap akan melihat faktor keselamatan awak, kargo, dan juga kapalnya sendiri. Jadi kami mohon doanya situasi bisa mereda dan kapal tersebut bisa melintas," ujarnya di Grha Pertamina, Kamis (2/7).
Baron menambahkan, perusahaan masih memproses perizinan agar Pertamina Pride dapat segera melintas di tengah memanasnya kembali situasi di Teluk Persia. "Untuk Pride, sampai dengan saat ini kami sedang berproses untuk perizinannya, dan saat ini karena Selat Hormuz juga memanas kembali," ungkapnya.
Hingga berita ini diturunkan, manajemen PT Pertamina dan PT Pertamina International Shipping belum memberikan respons terkait perkembangan terbaru kapal tersebut.
Artikel Terkait
AS Klaim Hantam 80 Target Iran di Selat Hormuz
AS Cabut Penangguhan Sanksi Minyak Iran Usai Tiga Tanker Diserang di Selat Hormuz
Investigasi Tempo Ungkap Puluhan Dapur Fiktif dalam Program Makan Bergizi Gratis
AS Kembali Serang Iran di Selat Hormuz, Sejumlah Warga Terluka