Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi menyepakati kerja sama rudal jelajah supersonik BrahMos dalam pertemuan di Jakarta, Selasa (7/7/2026). Rudal yang dikembangkan melalui kemitraan strategis India-Rusia ini dikenal sebagai salah satu sistem pertahanan berteknologi tertinggi di dunia.
Nama BrahMos diambil dari gabungan nama dua sungai: Brahmaputra di India dan Moskva di Rusia. Rudal ini mampu menyerang dengan kecepatan tinggi dan akurasi tinggi, serta menjadi senjata skala penuh pertama India yang diekspor secara internasional. Modi menyebut BrahMos sebagai kebanggaan India dan sistem pencegahan teknologi tinggi paling canggih di kelasnya.
Rudal BrahMos bekerja dalam dua tahap. Tahap pertama menggunakan mesin pendorong propelan padat untuk mencapai kecepatan supersonik, lalu terlepas. Tahap kedua menggunakan ramjet cair yang membawa rudal mendekati kecepatan Mach 2,8 pada fase jelajah. Rudal ini membawa hulu ledak konvensional hingga 200 kg, dengan daya hancur diperkuat energi kinetik besar saat benturan. Dilengkapi teknologi siluman dan sistem pemandu canggih, ketinggian jelajahnya mencapai 15 km dan bisa turun hingga 5 meter saat mendekati target. Dibanding rudal jelajah subsonik modern, BrahMos memiliki kecepatan tiga kali lebih tinggi, energi kinetik sembilan kali lebih besar, dan jangkauan pencari tiga hingga empat kali lebih luas.
Kesepakatan ini merupakan satu dari 16 dokumen kerja sama yang diteken di hadapan kedua pemimpin. "Kami yakin kesepakatan-kesepakatan tersebut dapat segera diimplementasikan sehingga memberi hasil dan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara," ujar Prabowo dalam konferensi pers bersama Modi di Istana Merdeka.
Selain kerja sama rudal, dokumen lainnya mencakup perpanjangan perjanjian kerangka kerja antara Badan Riset dan Inovasi Nasional Indonesia dan Indian Space Research Organisation mengenai eksplorasi dan pemanfaatan antariksa untuk tujuan damai. Berikut rincian 16 kesepakatan tersebut:
1. Perpanjangan Framework Agreement antara BRIN dan ISRO tentang kerja sama dalam eksplorasi dan pemanfaatan antariksa untuk tujuan damai.
2. Perpanjangan protokol Nota Kesepahaman tentang kerja sama keselamatan dan keamanan maritim.
3. Nota Kesepahaman tentang kerja sama di bidang penanggulangan bencana.
4. Nota Kesepahaman tentang kerja sama di bidang mineral dan teknologi untuk rantai pasok baja.
5. Pengaturan Pelaksanaan mengenai kolaborasi tenaga kesehatan.
6. Letter of Intent untuk konservasi dan restorasi Kompleks Candi Prambanan, Indonesia.
7. Nota Kesepahaman tentang kerja sama di bidang telekomunikasi, teknologi, dan layanan.
8. Nota Kesepahaman tentang kerja sama di bidang regulasi produk medis.
9. Nota Kesepahaman tentang kerja sama di bidang pertanian.
10. Nota Kesepahaman tentang kerja sama di bidang pengelolaan dan pemanfaatan teknologi dalam penyelenggaraan pemilu.
11. Nota Kesepahaman tentang kerja sama penelitian, teknologi, dan inovasi.
12. Penandatanganan kontrak sistem pertahanan rudal BrahMos antara BrahMos dan Kementerian Pertahanan.
13. Perjanjian kerja sama rudal udara-ke-udara antara Bharat Dynamics dan Republic Corp.
14. Nota Kesepahaman antara Non-Ferrous Materials Technology Development Centre, MIDWEST Ltd., dan PT Perusahaan Mineral Nasional.
15. Strategic Joint Venture antara Steel Authority of India dan PT Krakatau Steel.
16. Nota Kesepahaman antara Indian Institute of Management Bangalore dan PT Inteligensia Grahatama.
Artikel Terkait
Polri Ultimatum Penghalang Pengusutan Tiga Kasus Korupsi Atensi Prabowo
Komisi III Dukung Kortas Tipikor Usut Tiga Kasus Korupsi
Presiden Prabowo Resmikan Implementasi B50, Transisi B40 Berlangsung Tiga Bulan
Polisi Geledah Kafe dan Money Changer di Jaksel, Brankas Berisi Rp 60 Miliar Disita