Polisi Geledah Kafe dan Money Changer di Jaksel, Brankas Berisi Rp 60 Miliar Disita

- Kamis, 09 Juli 2026 | 08:05 WIB
Polisi Geledah Kafe dan Money Changer di Jaksel, Brankas Berisi Rp 60 Miliar Disita

Polisi menggeledah sebuah kafe dan money changer di Jakarta Selatan dalam pengembangan kasus dugaan korupsi di PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel. Penggeledahan ini menjadi bagian dari atensi khusus Presiden Prabowo Subianto terhadap pemberantasan korupsi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan pengusutan kasus tersebut merupakan perhatian langsung presiden. "Ini merupakan atensi Bapak Presiden untuk dugaan-dugaan kasus korupsi menjadi perhatian kepolisian untuk melaksanakan pengungkapan dan proses penyidikan," ujarnya usai penggeledahan di Cafe de'Clan, Cipete, Rabu (8/7/2026).

Rangkaian penggeledahan ini, menurut Budi, bagian dari proses penyidikan untuk mengumpulkan barang bukti. Kasus yang diusut meliputi dugaan suap, gratifikasi, dan pencucian uang. Salah satu kasus yang menjadi sorotan adalah dugaan korupsi batu bara di PLN yang disebut memicu blackout di Sumatera beberapa waktu lalu.

"Dari Kortas Tipikor bersama Polda Metro Jaya dalam melakukan penyidikan dugaan kasus korupsi meliputi suap, gratifikasi, dan pencucian uang. Ada beberapa lokasi saat ini secara serempak dilaksanakan rangkaian penggeledahan, termasuk di lokasi sekarang di Cafe de'Clan dan Coin Money Changer. Ini kaitan tentang dugaan korupsi blackout batu bara PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel," kata Budi.

Dalam penggeledahan di Cafe de'Clan Signature, polisi menemukan brankas besar yang tertanam di dinding. Brankas berwarna abu-abu itu tersembunyi di balik lemari dan dilengkapi tombol kode hitam. "Tadi mungkin juga sudah ada ya dokumentasi tentang brankas yang ini. Ya memang itu terselubung di balik satu lemari, ada suatu brankas dan ini sudah dibuka," ujar Budi.

Dari brankas tersebut, polisi menyita dokumen dan sejumlah mata uang asing. Kakortas Tipikor Polri Irjen Totok Suharyanto mengungkapkan temuan itu di lokasi. "Untuk penggeledahan di lokasi The Club, kita telah melakukan penyitaan beberapa dokumen dan beberapa elektronik termasuk handphone," katanya.

Uang yang ditemukan dalam brankas terdiri dari pecahan dolar Singapura, dolar AS, dan rupiah. Total nilai yang disita mencapai hampir Rp 60 miliar. "Kemudian untuk uang yang kita sita SGD 3.130.000 dalam bentuk 100 SGD. Kemudian USD 889.965. Kemudian uang tunai Rp 259.159.000. Kemudian kita konversi dalam bentuk rupiah kira-kira hampir Rp 60 miliar. Ini di lokasi de'Clan," ujar Totok.

Secara total, polisi menggeledah delapan lokasi terkait kasus ini. Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Victor Dean Mackbon mengatakan dua di antaranya adalah Cafe de'Clan dan Coin Money Changer. "Langkah-langkah yang kami lakukan pada hari ini, kami melakukan upaya di dalam pemenuhan alat bukti di kira-kira delapan lokasi yang kami lakukan penggeledahan," ujarnya.

Ketiga kasus dugaan korupsi yang diusut terkait PLN, ASABRI dan Jiwasraya, serta Krakatau Steel. Irjen Totok menyebut penanganannya dilakukan secara joint investigation antara Kortas Tipikor Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Kasus-kasus itu mencakup dugaan korupsi pengadaan batu bara yang memicu blackout, kasus ASABRI, dan kasus penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI, anak usaha Krakatau Steel.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags