Ahli Gizi: Bukan Protein atau Karbohidrat, tapi Keseimbangan Keduanya untuk Sarapan Sehat

- Selasa, 07 Juli 2026 | 05:50 WIB
Ahli Gizi: Bukan Protein atau Karbohidrat, tapi Keseimbangan Keduanya untuk Sarapan Sehat

Perdebatan soal menu sarapan terbaik antara yang kaya protein atau karbohidrat kerap muncul di tengah masyarakat. Namun, ahli gizi menegaskan bahwa kedua zat gizi tersebut tidak perlu dipertentangkan karena memiliki peran yang saling melengkapi.

Protein dan karbohidrat bekerja secara berbeda dalam tubuh. Protein dicerna lebih lambat sehingga tidak langsung melonjakkan kadar gula darah, membantu mempertahankan rasa kenyang lebih lama, serta mendukung pembentukan dan perbaikan jaringan otot. Proses pencernaannya pun membutuhkan lebih banyak energi, yang turut meningkatkan metabolisme tubuh.

Sementara itu, karbohidrat merupakan sumber energi utama. Setelah dikonsumsi, karbohidrat diubah menjadi glukosa yang menjadi bahan bakar bagi aktivitas sehari-hari. Karbohidrat kompleks seperti oatmeal, roti gandum utuh, buah-buahan, dan kacang-kacangan menjadi pilihan lebih baik karena kaya serat, yang menjaga kesehatan pencernaan dan memperpanjang rasa kenyang.

Kebutuhan setiap orang terhadap protein dan karbohidrat berbeda-beda, tergantung kondisi kesehatan dan tujuan masing-masing. Misalnya, mereka yang ingin mengontrol kadar gula darah mungkin memerlukan asupan protein lebih banyak. Sebaliknya, atlet atau individu yang rutin berolahraga membutuhkan karbohidrat yang cukup sebagai sumber energi.

Secara umum, kebutuhan protein harian orang dewasa sekitar 0,8 gram per kilogram berat badan. Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi 20 hingga 40 gram protein saat sarapan dapat membantu mengendalikan nafsu makan dan menjaga kadar gula darah tetap stabil. Sementara itu, sekitar 45 hingga 65 persen dari total kebutuhan kalori harian dianjurkan berasal dari karbohidrat, dengan penekanan pada karbohidrat kompleks daripada olahan.

Oleh karena itu, ahli gizi menyarankan untuk memadukan protein dan karbohidrat dalam menu sarapan. Contohnya telur dengan roti gandum, oatmeal dengan susu atau yogurt tinggi protein, atau kacang-kacangan dengan buah segar. Perpaduan ini memberikan energi yang lebih stabil, membantu menjaga rasa kenyang hingga waktu makan berikutnya, dan mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Kesimpulannya, bukan protein atau karbohidrat yang lebih unggul untuk sarapan, melainkan keseimbangan keduanya dalam menu bergizi.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags