Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih menghadapi tekanan jual pada perdagangan hari ini, Senin (29/6/2026). Analis memperkirakan indeks berpotensi melanjutkan koreksi setelah pekan lalu turun 4,55 persen secara mingguan dan menembus level support penting.
Pada penutupan perdagangan sebelumnya, IHSG melemah 1,72 persen ke posisi 5.896. Pergerakan indeks juga kembali berada di bawah rata-rata pergerakan 20 hari (MA20), mengindikasikan sentimen negatif masih mendominasi.
Analis MNC Sekuritas dalam risetnya, Minggu (28/6/2026), menyebutkan bahwa IHSG saat ini berada pada bagian dari wave (b) dari wave [iv]. "Kami perkirakan, IHSG rawan melanjutkan koreksinya untuk menguji rentang area 5.723-5.784. Adapun penguatan IHSG dalam jangka pendek diperkirakan untuk menguji 5.912-5.937," tulis analis.
Adapun level support diprediksi berada di 5.784 dan 5.594, sementara resistance berada di rentang 6.286 hingga 6.459.
Rekomendasi Saham
MNC Sekuritas juga memberikan sejumlah rekomendasi untuk saham-saham pilihan. Untuk saham BULL yang terkoreksi 4,89 persen ke Rp350, analis merekomendasikan trading buy di rentang Rp324-Rp336 dengan target harga Rp364 dan Rp378, serta stoploss di bawah Rp316. Pergerakan BULL disebut telah menembus cluster MA20 dan MA200, dan diperkirakan berada di akhir wave (A) dari wave [B].
Saham CUAN yang terkoreksi 9,60 persen ke Rp565 direkomendasikan buy on weakness di rentang Rp520-Rp550. Target harga dipasang di Rp720 dan Rp830, dengan stoploss di bawah Rp482. Posisi CUAN saat ini diperkirakan berada pada bagian dari wave B dari wave (A).
Sementara itu, JSMR yang terkoreksi 6,96 persen ke Rp2.940 juga mendapat rekomendasi buy on weakness di rentang Rp2.770-Rp2.930, dengan target harga Rp3.170 dan Rp3.410, serta stoploss di bawah Rp2.770. Pergerakan saham ini kembali berada di bawah MA60 dan diperkirakan sedang membentuk wave (2) dari wave [A].
Untuk saham WIIM, analis merekomendasikan sell on strength di rentang Rp1.725-Rp1.755 setelah saham terkoreksi 1,49 persen ke Rp1.655. Posisi WIIM diperkirakan berada di akhir wave A dari wave (B), sehingga penguatannya terbatas dan rawan terkoreksi membentuk wave B. Area koreksi diperkirakan berada pada rentang Rp1.520-Rp1.575.
Artikel Terkait
Wall Street Tertekan, Saham Chip AI Anjlok dan Inflasi Kembali Mengancam
Malindo Feedmill Bagikan Dividen Rp115,98 Miliar Hari Ini
Rugi Indofarma Susut Jadi Rp7,55 Miliar di Kuartal I-2026, Penjualan Naik 45%
Pemerintah: PHK di Sektor Industri Tak Semata karena Harga Gas