Pemerintah Targetkan Elektrifikasi KRL Green Line Rampung 2027

- Sabtu, 27 Juni 2026 | 14:18 WIB
Pemerintah Targetkan Elektrifikasi KRL Green Line Rampung 2027

Pemerintah memprioritaskan peningkatan kapasitas KRL Green Line lintas Tanah Abang–Rangkasbitung melalui proyek elektrifikasi. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebut jalur ini menjadi prioritas karena waktu tunggu atau headway yang masih panjang, sementara jumlah penumpang terus meningkat.

“Sehingga kita (Kemenhub), PT KAI, barangkali memprioritaskan Green Line untuk segera dilakukan elektrifikasinya. Peningkatan kapasitasnya,” kata Dudy dalam media briefing di Jakarta Selatan, Jumat (26/6).

Peningkatan kapasitas akan dilakukan melalui elektrifikasi jalur serta penggantian kereta dengan ukuran lebih besar, serupa dengan rangkaian yang beroperasi di jalur Blue Line atau Bekasi/Cikarang. “Kemudian kita bisa menambah kapasitas angkut menjadi 12 gerbong. Kemudian juga mengganti kereta menjadi yang lebih besar lagi sehingga bisa menambah kapasitas,” ujar Dudy.

Proyek ini memerlukan pembangunan gardu listrik baru di sepanjang jalur menuju Rangkasbitung. Dudy menargetkan pekerjaan dapat segera dimulai dan rampung pada 2027. “Itu, kan, lumayan panjang sampai ke Rangkas, saya sih berharap itu bisa cepat dan selesai di tahun 2027. Mudah-mudahan,” tuturnya.

Koordinasi dengan PT KAI

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Allan Tandiono, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan PT KAI terkait percepatan proyek. “PT KAI bersama PLN, Danantara, dan kita akan percepat segala sesuatu di tahun ini. PT KAI akan memulai peningkatan elektrifikasi untuk Green Line,” sebut Allan dalam kesempatan yang sama.

Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat tingkat okupansi lintas Green Line pada jam sibuk mencapai 161 persen, jauh di atas lintas Bekasi/Cikarang (Blue Line) yang berkisar 140 persen dan Bogor (Red Line) sekitar 130 persen. Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, mengatakan kepadatan tersebut menggambarkan kondisi kereta yang sudah sangat penuh. “Yang jalur Rangkasbitung puncaknya 161 persen pada jam sibuk. Kalau digambarkan, satu meter persegi diisi delapan orang,” kata Bobby dalam rapat bersama Komisi V DPR RI, dikutip Sabtu (27/6).

Bobby mengatakan tingginya kepadatan penumpang menjadi alasan KAI menyiapkan langkah untuk meningkatkan kenyamanan pengguna KRL. Saat ini, KRL Jabodetabek melayani sekitar 1,3 juta penumpang per hari. Jumlah tersebut diperkirakan meningkat menjadi sedikitnya 1,4 juta penumpang per hari pada 2030.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags