PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) dan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPA) mengalokasikan belanja modal sekitar Rp2 triliun sepanjang 2026. Sebagian besar dana tersebut akan digunakan untuk membuka gerai baru.
Sepanjang tahun ini, perseroan menargetkan pembukaan sekitar 550 hingga 600 toko baru di berbagai segmen bisnis. Pada kuartal I-2026, MAP Group telah merealisasikan pembukaan lebih dari 200 toko. Perseroan memperkirakan, laju ekspansi akan semakin agresif pada semester II, terutama pada kuartal IV yang secara historis menjadi periode dengan pembukaan gerai terbanyak.
Meski telah menyiapkan capex sebesar Rp2 triliun, manajemen menegaskan besaran investasi tersebut masih bersifat fleksibel. Perseroan akan terus memantau perkembangan ekonomi dan kondisi global sehingga nilai belanja modal dapat disesuaikan, baik ditingkatkan maupun dikurangi, mengikuti dinamika pasar.
Di sisi lain, MAP Group mengakui pelemahan nilai tukar rupiah menjadi salah satu tantangan bagi bisnis ritel. Sebagai perusahaan yang mengimpor berbagai merek internasional, perseroan melakukan pembayaran dalam mata uang dolar AS, poundsterling, dan euro sehingga depresiasi rupiah berdampak langsung terhadap kenaikan harga pokok penjualan.
"Setiap kali kami menerima pengiriman baru, kami harus menggunakan kurs terbaru. Untuk menjaga profitabilitas, kami melakukan lindung nilai (hedging) terhadap hampir 30 persen eksposur valuta asing," ujar manajemen dalam laporan hasil public expose pada Jumat (26/6/2026).
Perseroan menambahkan, kenaikan biaya akibat pelemahan rupiah pada akhirnya akan tercermin pada penyesuaian harga jual sejumlah produk ritel. Langkah tersebut tidak dapat dihindari untuk menjaga margin usaha di tengah meningkatnya biaya impor.
Artikel Terkait
Barito Pacific Bagikan Dividen USD8,5 Juta, Mayoritas Laba Ditahan untuk Ekspansi
Pemerintah Targetkan Elektrifikasi KRL Green Line Rampung 2027
BPS Resmikan Sensus Ekonomi 2026 di Jambi dan Bengkulu, Libatkan Ribuan Petugas
PAM Mineral Suntik Rp350 Miliar ke Tambang Nikel Morowali