Di kediaman pribadinya di Hambalang, Kamis lalu, Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat kerja dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait. Pertemuan itu fokus membahas satu hal: bagaimana mendorong percepatan proyek perumahan bersubsidi yang sudah di depan mata.
Menurut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, semua persiapan awal untuk proyek skala besar ini sudah final. "Rencana groundbreaking sebanyak 141.000 unit rumah bersubsidi telah rampung dan siap dilaksanakan," jelas Teddy lewat unggahan di Instagram @sekretariat.kabinet.
Dia menegaskan, pemerintah sudah menyelesaikan segala persiapan teknis. Proyek ini bukan cuma soal membangun tembok dan atap, tapi diharapkan jadi penggerak ekonomi yang punya dampak luas.
Fokus di Cikarang, Target Serapan 80 Ribu Pekerja
Salah satu titik utama pembangunannya ada di Cikarang, Bekasi. Di sana, lahan seluas 30 hektare sudah dibersihkan dan siap digarap. "Telah dilaksanakan land clearing lahan seluas 30 hektare untuk pembangunan rumah susun bersubsidi di Cikarang," ucap Teddy.
Nah, yang menarik dari proyek sebesar ini adalah efek berantainya. Sektor konstruksi pasti dapat angin segar. Tapi lebih dari itu, diperkirakan bakal ada penyerapan tenaga kerja yang masif sekitar 80 ribu orang dari berbagai lapangan pekerjaan pendukung.
"Dengan adanya pembangunan tersebut, diperkirakan akan menyerap sekitar 80 ribu tenaga kerja dan mempercepat perputaran rantai perekonomian," tuturnya.
Soal lokasi, hunian ini dirancang tak jauh dari pusat keramaian. Strategis. Dekat dengan pusat ekonomi, dan yang penting akses ke fasilitas umum juga dipastikan memadai.
"Lokasi hunian sangat dekat dengan perkotaan dan akses fasilitas umum seperti sekolah, rumah sakit, perkantoran, pabrik, serta jalan besar," jelas Teddy lebih lanjut.
Di sisi lain, arahan dari Presiden Prabowo cukup jelas. Pembangunan perumahan rakyat ini adalah bagian dari strategi besar pemulihan ekonomi. Sekaligus, tentu saja, upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat berpenghasilan rendah akan tempat tinggal yang layak dan harganya tak menguras kantong.
"Presiden menginginkan pembangunan rumah bersubsidi ini berjalan cepat dengan pemangkasan perizinan serta biaya administrasi agar dampaknya terhadap ekonomi bisa segera dirasakan masyarakat," pungkas Teddy menutup penjelasannya.
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu