Aktivitas Pemuatan Minyak di Terminal Ras Tanura Kembali Normal, Tandai Pemulihan Pasokan Timur Tengah

- Jumat, 26 Juni 2026 | 08:42 WIB
Aktivitas Pemuatan Minyak di Terminal Ras Tanura Kembali Normal, Tandai Pemulihan Pasokan Timur Tengah

Eksportir minyak utama Arab Saudi mulai memuat kembali minyak mentah di terminal raksasa Ras Tanura di Teluk Persia. Langkah ini menjadi sinyal penting bahwa pasokan Timur Tengah perlahan pulih setelah perang antara Amerika Serikat dan Iran mereda.

Dua kapal tanker raksasa milik Bahri, perusahaan kapal tanker milik negara Saudi, terpantau bergerak menuju area pemuatan lepas pantai yang disebut tambatan titik tunggal di Ju'aymah. Data pelacakan kapal menunjukkan satu kapal ketiga juga sudah berlabuh di dekatnya. Sejak awal Maret, terminal itu nyaris tidak mencatat aktivitas pemuatan minyak mentah.

Pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi kunci dari gelombang pasokan minyak yang kini mengalir ke pasar global. Sebagian besar merupakan minyak yang sebelumnya terjebak di dalam Teluk Persia selama konflik berlangsung.

Selama perang, sejumlah produsen di kawasan teluk tetap mengoperasikan kapal mereka melewati jalur air, meskipun dengan transponder satelit dimatikan. Kini, dimulainya kembali aktivitas di terminal pemuatan utama Arab Saudi menandai kemajuan besar dalam pemulihan arus pasokan kawasan.

Pelabuhan Ras Tanura sendiri terdiri dari tiga terminal: titik pemuatan minyak mentah Ju'aymah, terminal gas minyak cair Ju'aymah, dan terminal minyak Ras Tanura. Dua fasilitas minyak mentah di antaranya mampu menangani hingga 12 kapal tanker secara bersamaan.

Sejumlah kapal Bahri yang bersiap memuat antara lain Zaynah, Amad, dan Qasba. Ketiganya sempat terlihat berlabuh di luar Selat Hormuz pada Selasa, lalu muncul kembali di jangkar terminal Saudi pada Kamis setelah menyeberangi jalur air dengan sinyal posisi dimatikan.

Bahri juga memiliki setidaknya tiga kapal tanker super yang masih menunggu di luar Hormuz, tepatnya di Teluk Oman, dan lebih banyak kapal dalam perjalanan. Ini mengindikasikan kemungkinan pemuatan tambahan dalam waktu dekat. Sejak pekan lalu, kapal-kapal besar Saudi mulai berlayar, termasuk beberapa yang sebelumnya terjebak di dalam Teluk Persia.

Selama perang dengan Iran yang menyebabkan pengiriman minyak melalui Selat Hormuz turun drastis, Arab Saudi masih memiliki fleksibilitas dengan mengalihkan sebagian ekspornya ke pelabuhan alternatif di Laut Merah.

Kementerian Energi Arab Saudi belum menanggapi permintaan komentar. Analisis aktivitas kargo ini menggunakan sinyal posisi kapal otomatis dan citra satelit untuk mengevaluasi kapan kapal telah berlabuh di Teluk Persia. Karena gambar tidak diambil setiap hari, ada kemungkinan kapal sudah dimuat pada hari-hari ketika satelit tidak melintas.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.