IHSG Berpotensi Koreksi ke Rentang 5.723–5.972, Analis Rekomendasikan Sejumlah Saham

- Selasa, 23 Juni 2026 | 05:50 WIB
IHSG Berpotensi Koreksi ke Rentang 5.723–5.972, Analis Rekomendasikan Sejumlah Saham

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berada dalam tekanan dan berpotensi melanjutkan koreksi pada rentang 5.723 hingga 5.972, meskipun peluang penguatan menuju level 6.548 hingga 6.782 tetap terbuka. Analis MNC Sekuritas dalam riset yang dirilis Selasa (23/6/2026) menyebutkan bahwa posisi IHSG saat ini masih berada pada bagian dari wave (b) dari wave [iv]. Dengan demikian, support terdekat berada di level 5.784 dan 5.594, sementara resistance dipatok pada 6.286 dan 6.459.

Pada penutupan perdagangan sebelumnya, IHSG tercatat terkoreksi 0,98 persen ke posisi 6.116. Pelemahan ini disertai munculnya tekanan jual, namun pergerakan indeks masih mampu bertahan di atas rata-rata pergerakan 20 hari (MA20). Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun tekanan jual menguat, ada potensi pemulihan jangka pendek jika level support utama mampu bertahan.

Sementara itu, sejumlah saham pilihan menjadi sorotan analis untuk dicermati pada perdagangan hari ini. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) misalnya, direkomendasikan dengan strategi buy on weakness. Saham BBCA terkoreksi 1,19 persen ke Rp6.225 dan bergerak di bawah MA60. Posisi saham ini diperkirakan berada pada bagian dari wave [ii] dari wave A. Rentang akumulasi disarankan antara Rp5.475 hingga Rp6.150, dengan target harga Rp6.850 dan Rp7.150, serta stoploss di bawah Rp5.350.

Di sisi lain, PT Indosat Tbk (ISAT) justru mencatatkan penguatan tipis sebesar 0,29 persen ke Rp1.740. Meskipun volume pembelian mulai mengecil, saham ini masih didominasi oleh aksi beli. Analis memperkirakan ISAT berada pada bagian dari wave v dari wave (c) dari wave [y]. Rekomendasi buy on weakness diberikan pada rentang Rp1.510 hingga Rp1.675, dengan target harga Rp1.840 dan Rp1.950, serta stoploss di bawah Rp1.465.

PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) juga masuk dalam daftar pantauan. Saham emiten tambang ini menguat 0,58 persen ke Rp870 dan disertai peningkatan volume pembelian. Pergerakannya mampu bertahan di atas MA20, menandakan momentum positif. Posisi NCKL saat ini diperkirakan berada pada bagian dari wave 2 dari wave (1). Rentang akumulasi disarankan Rp820 hingga Rp855, dengan target harga Rp970 dan Rp1.050, serta stoploss di bawah Rp800.

Terakhir, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) justru mengalami koreksi cukup dalam, yakni 2,35 persen ke Rp3.740. Saham ini masih didominasi tekanan jual dan bergerak cenderung sideways di bawah MA60. Analis menilai posisi RAJA saat ini berada pada bagian dari wave B dari wave (A). Rekomendasi buy on weakness diberikan pada rentang Rp3.150 hingga Rp3.730, dengan target harga Rp4.080 dan Rp4.750, serta stoploss di bawah Rp2.950.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar