Timnas Belgia gagal memanfaatkan status unggulan saat ditahan imbang tanpa gol oleh Iran dalam laga kedua Grup G Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Los Angeles Stadium, Senin (22/6) dini hari WIB. Hasil imbang ini memaksa kedua tim hanya mampu membawa pulang satu poin setelah 90 menit pertandingan berakhir dengan skor kacamata.
Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim langsung menampilkan permainan terbuka dan saling bergantian melancarkan serangan. Pertandingan berjalan ketat dengan Belgia dan Iran sama-sama berambisi membuka keunggulan lebih awal.
Iran nyaris memecah kebuntuan pada menit ke-26 melalui Mehdi Taremi. Berawal dari situasi tendangan sudut, Taremi berhasil melepaskan tembakan yang mengarah ke sudut kanan bawah gawang Thibaut Courtois. Namun, kegembiraan tim asuhan Amir Ghalenoei harus pupus setelah wasit menganulir gol tersebut. Pengecekan melalui Video Assistant Referee (VAR) menunjukkan bahwa Taremi telah berada dalam posisi offside saat menerima bola.
Menjelang akhir babak pertama, giliran Belgia yang mendapatkan peluang emas. Pada menit ke-44, Maxim De Cuyper menerima umpan silang di dalam kotak penalti dan melepaskan tembakan rendah ke sudut kiri bawah gawang. Sayang, kiper Iran Alireza Beiranvand tampil gemilang dengan penyelamatan cepat yang menggagalkan peluang tersebut. Skor 0-0 pun bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, tempo pertandingan tetap tinggi. Belgia dan Iran kembali saling menekan untuk mencari gol pembuka yang belum kunjung tercipta sejak awal laga.
Namun, situasi berubah drastis pada menit ke-66 ketika Belgia harus bermain dengan sepuluh pemain. Nathan Ngoy menerima kartu merah langsung setelah melakukan pelanggaran keras terhadap pemain Iran. Keputusan wasit tersebut membuat tim berjuluk Red Devils harus melanjutkan pertandingan dalam kondisi kekurangan pemain.
Meski unggul jumlah pemain selama lebih dari 20 menit waktu normal, Iran gagal memanfaatkan momentum tersebut. Beberapa kali tekanan dilancarkan ke pertahanan Belgia, tetapi tidak ada satu pun peluang yang berhasil dikonversi menjadi gol. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap 0-0.
Hasil imbang ini membuat Belgia dan Iran sama-sama mengoleksi satu poin tambahan dalam persaingan di Grup G Piala Dunia 2026.
Dalam pertandingan tersebut, Belgia menurunkan formasi 4-4-2 dengan Thibaut Courtois di bawah mistar. Lini belakang diisi Brandon Mechele, Maxim De Cuyper, Thomas Meunier, dan Nathan Ngoy. Di lini tengah, Kevin De Bruyne, Youri Tielemans, Alexis Saelemaekers, serta Nicolas Raskin menjadi motor serangan. Sementara itu, duet Romelu Lukaku dan Leandro Trossard diandalkan di lini depan. Tim dilatih oleh Rudi Garcia.
Di kubu Iran, formasi 6-3-1 menjadi pilihan dengan Alireza Beiranvand sebagai penjaga gawang. Lini pertahanan diperkuat Saleh Hardani, Ehsan Hajisafi, Shoja Khalilzadeh, Hossein Kanani, Ali Nemati, dan Ramin Rezaeian. Di tengah, Saeid Ezatolahi, Mohammad Mohebbi, serta Saman Ghoddos bertugas mengatur serangan, dengan Mehdi Taremi menjadi ujung tombak tunggal. Tim asuhan Amir Ghalenoei ini tampil disiplin sepanjang laga.
Artikel Terkait
SEMMI: Penjajahan Kini Halus Lewat Informasi, Nasionalisme Harus Diperbarui
BMKG Prediksi Seluruh Jakarta Berawan Sepanjang Senin, Hanya Kepulauan Seribu Cerah
Din Syamsuddin: Soekarno Tetap Tokoh yang Dikagumi Dunia Internasional
Belgia Ditahan Imbang Iran, Persaingan Grup G Piala Dunia 2026 Makin Ketat