Debarkasi Hasanuddin Makassar Prioritaskan Pelayanan 1.949 Jamaah Haji Lansia Hingga Kloter 28

- Senin, 22 Juni 2026 | 03:30 WIB
Debarkasi Hasanuddin Makassar Prioritaskan Pelayanan 1.949 Jamaah Haji Lansia Hingga Kloter 28

Debarkasi Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan, telah memulangkan sebanyak 1.949 jamaah haji lanjut usia (lansia) hingga kedatangan Kloter 28, dengan pelayanan khusus yang diutamakan demi menjamin kenyamanan dan keselamatan mereka. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail, menegaskan bahwa penanganan terhadap jamaah lansia menjadi prioritas utama dalam proses pemulangan jamaah haji ke Tanah Air. “Debarkasi Hasanuddin Makassar terus menunjukkan komitmennya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah haji, termasuk bagi jamaah haji lansia yang hingga kloter 28 tercatat sebanyak 1.949 jamaah lansia,” ujarnya di Makassar, Minggu.

Kloter 28 yang tiba di Debarkasi Hasanuddin mengangkut 393 orang, terdiri dari jamaah dan petugas haji asal Provinsi Gorontalo. Rinciannya, 146 jamaah laki-laki dan 247 jamaah perempuan, dan seluruhnya dilaporkan kembali dalam kondisi baik. Pesawat yang membawa mereka mendarat di Bandara Hasanuddin Makassar pada Minggu sore, dan para jamaah langsung diterima dengan prosedur yang aman.

Petugas debarkasi memberikan perhatian ekstra kepada jamaah lansia melalui layanan kesehatan, pendampingan, serta proses kedatangan yang dirancang agar berjalan nyaman dan aman. Pelayanan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memberikan perlindungan dan kemudahan bagi jamaah yang memiliki keterbatasan usia selama proses pemulangan dari Arab Saudi. Sementara itu, data Debarkasi Hasanuddin mencatat bahwa hingga Kloter 28, total jamaah dan petugas yang telah dipulangkan melalui Embarkasi Makassar mencapai 16.728 orang.

Di sisi lain, masih terdapat 5.743 jamaah dan petugas yang tergabung dalam 15 kloter dan masih berada di Tanah Suci, menunggu jadwal kepulangan ke Indonesia. Kloter 28 juga mencatat rentang usia jamaah yang cukup beragam, dengan jamaah termuda atas nama Barraq Akmal Laleno asal Gorontalo berusia 17 tahun, sementara jamaah tertua dalam kloter tersebut adalah Salim Potutu Tomayahu, juga asal Gorontalo, yang berusia 85 tahun.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar