Iran dan AS Rampungkan Putaran Pertama Perundingan di Swiss, Bahas Pencabutan Sanksi Minyak dan Aset Beku

- Senin, 22 Juni 2026 | 02:40 WIB
Iran dan AS Rampungkan Putaran Pertama Perundingan di Swiss, Bahas Pencabutan Sanksi Minyak dan Aset Beku

Iran dan Amerika Serikat (AS) telah menyelesaikan putaran pertama perundingan di Burgenstock, Swiss, dengan fokus utama pada pembahasan aset Iran yang dibekukan serta proposal pencabutan sanksi terhadap sektor minyak. Pertemuan yang berlangsung pada Senin (22/6/2026) itu melibatkan Qatar dan Pakistan sebagai mediator dalam pembicaraan tingkat teknis hari pertama.

Anggota tim negosiasi Iran, Hussein Gurbanzadeh, mengungkapkan bahwa diskusi hari itu mencakup masalah aset negaranya yang dibekukan dan pengaturan untuk pembebasannya. “Dalam negosiasi hari ini, kami membahas masalah aset kami yang dibekukan dan pengaturan untuk pembebasannya,” katanya kepada televisi pemerintah Iran.

Ia menambahkan bahwa perundingan juga berfokus pada upaya pencabutan sanksi yang terkait dengan sektor energi Iran. Lebih lanjut, Gurbanzadeh menyebutkan bahwa pembicaraan di Swiss telah menghasilkan draf akhir proposal mengenai pengecualian sementara dari sanksi terhadap minyak dan turunannya. “Di Swiss, kami membahas pengecualian sementara dari sanksi terhadap minyak dan turunannya, dan draf akhir proposal mengenai masalah ini telah selesai,” ujarnya.

Sementara itu, dalam pertemuan tingkat tinggi tersebut, Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani, memberikan apresiasi terhadap nota kesepahaman yang ditandatangani awal pekan ini. Ia menyebut pencapaian itu sebagai langkah penting dan berharap hal tersebut dapat menjadi titik balik menuju stabilitas kawasan.

“Periode terakhir merupakan salah satu periode tersulit yang pernah disaksikan kawasan kita, dengan rakyatnya menanggung beban berat akibat ketidakpastian dan eskalasi,” kata Sheikh Mohammed. Ia menambahkan, “Kami berharap bahwa perjanjian yang kita saksikan hari ini akan membantu menciptakan lingkungan yang memungkinkan negara-negara untuk mengarahkan energi mereka menuju pembangunan, kerja sama, dan memberikan peluang bagi rakyat mereka.”

Sheikh Mohammed pun menekankan bahwa pembicaraan teknis ke depan akan menjadi krusial untuk menerjemahkan komitmen yang telah disepakati menjadi hasil yang nyata di lapangan. “Pekerjaan tidak berakhir dengan penandatanganan MoU,” tegasnya.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar