Penemuan 995 senjata di sebuah sekolah swasta di Jakarta Selatan memicu keprihatinan Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA). Komisi ini mendorong langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.
Ketua Komnas PA DKI Jakarta, Cornelia Agatha, menyayangkan temuan tersebut. Menurutnya, sekolah seharusnya menjadi ruang aman bagi anak-anak, bukan tempat ditemukannya barang-barang berbahaya.
“Ketika ditemukan barang-barang seperti itu kan rasanya gimana ya, kayaknya tidak pantas ya ditemukan di sebuah tempat yang harusnya menjadi tempat aman,” ujar Cornelia di kantor Komnas PA, Jakarta Selatan, Minggu (9/8).
Wakil Ketua Komnas PA DKI Jakarta, Lia Latifah, menambahkan bahwa kasus ini seharusnya bisa dicegah sejak awal jika pihak sekolah melakukan pemantauan terhadap anak-anak secara lebih ketat.
“Yang paling penting sekarang adalah screening. Yang dilakukan oleh sekolah adalah screening terhadap anak-anak. Jadi bisa mengetahui tentang perilaku dan latar belakang anak-anak,” jelas Lia.
Selain itu, pemantauan terhadap orang tua murid juga dinilai krusial. Bila perlu, sekolah memberikan pendampingan kepada orang tua, terutama bagi mereka yang tidak bisa dipantau karena satu dan lain hal.
“Kalau misalnya ada orang tua yang tidak bisa dilakukan screening di awal, orang tua harus ada pendampingan dari pihak sekolah,” lanjutnya.
Pihak yayasan sekolah juga diminta untuk memantau para guru, terutama dalam hal pendekatan dan cara mengajar di kelas.
“Yang kedua, screening di guru-gurunya juga. Latar belakang guru-gurunya, bagaimana caranya pendekatan dengan anak-anak itupun harus dilakukan,” kata Lia.
Artikel Terkait
Komnas PA Soroti Temuan 995 Senjata di Sekolah, Akan Tinjau Kondisi Psikis Siswa
Komnas PA: 90 Persen Anak Pernah Melakukan Perundungan
Polisi Akan Ekshumasi Jenazah Sutrimo untuk Ungkap Penyebab Kematian
Menteri PPPA Prihatin Temuan Senjata dan Narkoba di Sekolah Jaksel, Minta Polisi Usut Tuntas