Wall Street kembali mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa pada akhir pekan lalu, dengan sektor teknologi menjadi motor utama penggerak indeks. Momentum ini terjadi di tengah optimisme investor yang mencerna laporan keuangan kuat sejumlah perusahaan teknologi, sembari tetap mencermati ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.
Indeks Nasdaq Composite, yang didominasi oleh saham-saham teknologi, memimpin penguatan dengan menanjak 1,7 persen. Adapun indeks S&P 500 berhasil naik 0,8 persen. Kedua indeks tersebut tidak hanya menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa, tetapi juga memperpanjang tren kenaikan selama enam pekan beruntun. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average hanya mencatat perubahan tipis.
Salah satu katalis utama kenaikan berasal dari sektor produsen chip. Saham-saham di lini ini melonjak setelah Wall Street Journal melaporkan adanya kesepakatan antara Apple dan Intel. Berdasarkan laporan tersebut, Intel akan memasok chip untuk sejumlah perangkat Apple. Saham Intel langsung melesat 13 persen setelah kabar itu beredar, sementara saham Apple ikut naik 1,8 persen.
Sentimen pasar juga mendapat dorongan dari data ekonomi Amerika Serikat. Laporan terbaru menunjukkan bahwa perekonomian AS berhasil menambah 115.000 lapangan kerja pada April, jauh melampaui ekspektasi analis. Tingkat pengangguran tetap stabil di angka 4,3 persen, memperkuat keyakinan bahwa pasar tenaga kerja masih solid.
Di sisi lain, harga minyak mentah mengalami kenaikan setelah terjadi bentrokan militer di dekat Selat Hormuz. Insiden ini meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik di Timur Tengah. Kontrak berjangka Brent tercatat berada di dekat 101 dolar AS per barel, sementara Texas Intermediate diperdagangkan mendekati 95 dolar AS per barel.
Adapun harga emas batangan juga mencatat penguatan. Kontrak berjangka emas untuk pengiriman Juni naik tipis pada Jumat, dan secara keseluruhan harga emas telah melonjak lebih dari 2 persen dalam lima sesi perdagangan terakhir. Kenaikan ini didukung oleh pelemahan dolar AS serta permintaan aset aman yang terus berlanjut di tengah ketidakpastian konflik antara AS dan Iran.
Artikel Terkait
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2026 Tembus 5,6 Persen, Tertinggi dalam Empat Tahun, tetapi Asing Masih Jual Bersih Rp48,79 Triliun
BEI Dukung Penuh Rencana Demutualisasi, Tunggu Aturan Pemerintah
Pemerintah Pastikan Tidak Ada PHK PPPK Akibat Aturan Batas Belanja Pegawai Daerah
Total Bangun Persada Tebar Dividen Rp375 Miliar, Tertinggi Sepanjang Sejarah Perusahaan