Pencapaian perusahaan ini memang patut dicatat. Setahun setelah melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Januari 2025, RATU berhasil mencatatkan pertumbuhan laba. Angkanya naik 10 persen menjadi USD 15,26 juta di tahun 2025. Ini tak lepas dari langkah efisiensi operasional yang mereka jalankan secara konsisten.
Di sisi lain, pengembangan bisnisnya juga menunjukkan progres. Mereka baru saja memenangkan tender internasional untuk membeli 100 persen saham SMS Development Limited (SMSD). Ini langkah strategis karena SMSD punya 20 persen kepemilikan di Husky-CNOOC Madura Limited (HCML), operator Blok Madura Strait. Akuisisi ini jelas memperkuat posisi RATU sebagai pemain hulu migas yang tumbuh pesat, salah satunya lewat jalan anorganik.
Lalu bagaimana dengan pendanaannya? Di sektor ini, RATU juga menunjukkan daya tarik yang kuat. Penerbitan Obligasi I dan Sukuk Wakalah I mereka senilai Rp800 miliar pada 2026 lalu disambut luar biasa oleh pasar. Permintaannya oversubscribed hingga 6,8 kali lipat! Total dana yang ditawarkan investor mencapai Rp5,46 triliun. Sebuah sinyal jelas bahwa pasar percaya pada fundamental dan prospek jangka panjang perusahaan ini.
Ke depannya, jalan masih panjang. RATU berencana mengoptimalkan struktur pendanaannya. Mereka akan memadukan berbagai instrumen, mulai dari obligasi, sukuk, kredit perbankan, hingga opsi lain di pasar modal. Tujuannya satu: mendukung strategi ekspansi aset yang agresif. Tapi mereka janji tak akan gegabah. Manajemen risiko yang ketat akan tetap jadi panduan utama dalam setiap langkah mereka.
Artikel Terkait
Zyrex Akuisisi Lahan Rp68 Miliar di Daan Mogot untuk Ekspansi Pabrik
Dua Emiten Baru Kehilangan Lebih dari 80% Investor dalam Tiga Bulan
BBRI Pertahankan Posisi Puncak Saham dengan Investor Terbanyak di Maret 2026
Matahari Patok Dividen Rp250 per Saham, Yield Capai 13%