Produsen laptop Zyrex baru saja melakukan pembelian tanah yang cukup besar di Jakarta Barat. Tepatnya di kawasan Daan Mogot, perusahaan yang berkode ZYRX itu membeli sebidang lahan seluas 2.697 meter persegi. Harganya? Tak main-main, mencapai Rp68 miliar.
Transaksi ini resmi terjadi pada Selasa lalu, 14 April 2026. Menariknya, di hari yang sama perseroan juga langsung menerima salinan Akta Jual Beli tanah tersebut. Sayangnya, siapa pihak penjual lahan itu tidak diungkap ke publik.
Sekretaris Perusahaan Zyrex, Evan Jordan, menjelaskan langkah strategis ini. Menurutnya, akuisisi lahan di jantung ibu kota akan memberi dampak positif untuk operasional perusahaan ke depannya.
"Di atas lahan tersebut, perseroan akan membangun fasilitas pabrik, gudang, serta perkantoran guna mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang,"
ujar Evan dalam keterangan resminya, Rabu (15/4/2026).
Dia juga menambahkan, pembelian ini tentu akan memperkuat portofolio aset Zyrex. Namun begitu, ada konsekuensinya. Liabilitas perusahaan dipastikan akan naik, karena dananya berasal dari pinjaman jangka panjang.
"Strategi pendanaan ini memberikan likuiditas awal bagi perseroan, yang selanjutnya akan dikelola melalui perencanaan arus kas yang matang guna memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga pinjaman secara konsisten di masa depan,"
tuturnya lagi.
Soal pinjaman, Zyrex rupanya sudah menyiapkan payungnya. Mereka telah mengamankan fasilitas kredit dari Bank Permata dengan nilai total Rp178,8 miliar. Pinjamannya terbagi tiga skema.
Pertama, revolving loan sebesar Rp60 miliar yang dialokasikan untuk modal kerja. Lalu, term financing senilai Rp54,4 miliar khusus untuk pembelian aset tanah ini. Dan yang terakhir, term financing kedua sebesar Rp64,4 miliar yang rencananya akan dipakai untuk tahap pembangunan.
Langkah Zyrex ini jelas sebuah gebrakan. Membeli tanah, membangun fasilitas baru, dengan dana pinjaman yang tidak sedikit. Tinggal menunggu eksekusinya di lapangan.
Artikel Terkait
Pemerintah Tegaskan Sistem Tol Tanpa Palang Masih Tahap Uji Fungsi Dasar
Pabrik Baru PT Mulia Boga Raya (KEJU) Ditargetkan Beroperasi Juli 2026
Laba Bersih DADA Melonjak Tiga Kali Lipat Meski Arus Kas Operasi Negatif
WMUU Bakal Rights Issue Rp600 Miliar, Harga Penawaran Lebih Tinggi dari Pasar