Saham Sawit Terus Melaju Didorong Optimisme Mandatori B50

- Selasa, 14 April 2026 | 11:15 WIB
Saham Sawit Terus Melaju Didorong Optimisme Mandatori B50

Di sisi lain, kebijakan ini juga punya tujuan strategis: memperkuat ketahanan energi nasional. Apalagi di tengah ketegangan geopolitik Timur Tengah. Dukungan subsidi yang lebih jelas, seiring harga minyak di kisaran USD100 per barel dan kenaikan pungutan ekspor, dinilai akan memperkuat ekosistem ini.

Dengan prospek harga yang lebih cerah, Indo Premier tak ragu menaikkan estimasi laba sektor sawit untuk 2026-2027 sebesar 15-20 persen. Mereka bahkan mengubah rekomendasi sektor menjadi overweight, dari sebelumnya netral. Valuasi saat ini dinilai masih menarik, membuka peluang untuk re-rating.

Namun begitu, ada sedikit angin berbeda dari pasar berjangka. Kontrak futures CPO Malaysia justru melemah lebih dari 1 persen pada Selasa (14/4). Ini memotong kenaikan hari sebelumnya. Pelemahan terjadi seiring turunnya harga minyak mentah dan minyak nabati pesaing, dipicu harapan akan dialog damai AS-Iran yang meredakan ketegangan pasokan.

Kontrak acuan untuk pengiriman Juni di Bursa Malaysia Derivatives turun 1,45 persen ke 4.489 ringgit per ton. Padahal Senin kemarin masih menguat.

Fundamentalnya sederhana: ketika harga minyak mentah jatuh, daya tarik minyak sawit sebagai bahan baku biodiesel ikut berkurang. Harga minyak kedelai di Dalian dan Chicago juga melemah, dan pergerakan minyak sawit seringkali mengikuti kompetitornya di pasar minyak nabati global.

Jadi, meski sentimen fundamental jangka panjang terlihat kuat berkat B50, pasar tetap harus berhadapan dengan gejolak harga harian yang dipengaruhi banyak faktor. Investor tampaknya perlu menyiapkan strategi yang cukup luwes.

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar