Wall Street Dibuka Merah, Dihantui Ketegangan Iran dan Inflasi yang Membandel

- Senin, 13 April 2026 | 22:20 WIB
Wall Street Dibuka Merah, Dihantui Ketegangan Iran dan Inflasi yang Membandel

Wall Street mulai pekan ini dengan catatan merah. Ketegangan geopolitik yang memanas, ditambah sinyal inflasi yang masih mengkhawatirkan, langsung menekan pasar begitu bel pembukaan berbunyi.

Indeks S&P 500 merosot 0,7 persen ke 6.806,25. Sementara itu, Nasdaq dan Dow Jones Futures juga ikut terperosok, masing-masing melemah 0,8 persen dan 0,7 persen.

Pemicu utamanya? Kegagalan negosiasi gencatan senjata AS-Iran akhir pekan lalu. Responsnya pun datang cepat. Presiden Donald Trump langsung memerintahkan blokade penuh di Selat Hormuz, yang rencananya berlaku mulai Senin pagi waktu setempat.

Kebijakan itu sempat membuat futures anjlok lebih dari 1 persen. Tapi kerugiannya sedikit terpangkas setelah ada klarifikasi dari Komando Pusat AS. Mereka bilang, blokade hanya akan menargetkan kapal dan pelabuhan Iran saja.

Meski begitu, situasinya tetap rumit. Pertemuan di Pakistan pun tampaknya tak membuahkan hasil. Peluang untuk meredakan ketegangan dalam waktu dekat terlihat semakin kecil. Dua hal yang masih jadi ganjalan: aktivitas nuklir Iran dan soal pembukaan jalur pelayaran di selat strategis itu.

Editor: Erwin Pratama


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar