Artinya, dari proses pembersihan data ini, sebagian besar justru dikonfirmasi sebagai kelompok rentan yang layak dapat bantuan. Namun, ada juga yang ternyata secara ekonomi sudah berada di lapisan menengah ke atas. Inilah yang kemudian dicoret.
Amalia menegaskan, langkah ini bukan sekadar menghapus nama. Tujuannya lebih mendasar: memastikan bantuan sosial tepat sasaran. Data yang rapi di basis Kementerian Sosial adalah kuncinya.
Di sisi lain, proses ini nampaknya akan berjalan terus. DTSEN akan diperkuat lewat pemutakhiran rutin setiap triwulan. Harapannya, akurasi data sosial-ekonomi nasional semakin meningkat dari waktu ke waktu.
Ia menutup dengan nada optimis. Menurutnya, dengan kerja berkelanjutan ini, DTSEN akan terus menjadi lebih baik. Prosesnya mungkin teknis dan berbelit di mata awam, tapi dampaknya sangat nyata: bantuan pemerintah diharapkan tak lagi salah alamat.
Artikel Terkait
Wall Street Dibuka Merah, Dihantui Ketegangan Iran dan Inflasi yang Membandel
RGAS Rencanakan Diversifikasi ke Bisnis Material Konstruksi pada 2026
Prabowo Ucapkan Terima Kasih kepada Putin atas Dukungan Masuknya Indonesia ke BRICS
YULE Bagikan Dividen Rp15,8 Miliar, Cair 13 Mei 2026