Pasar Asia Gamang, Harga Minyak Bertahan di USD110 Imbas Ketegangan AS-Iran

- Selasa, 07 April 2026 | 10:00 WIB
Pasar Asia Gamang, Harga Minyak Bertahan di USD110 Imbas Ketegangan AS-Iran

Futures Wall Street mengindikasikan pembukaan negatif, turun 0,55%. Tapi pasar Eropa justru diperkirakan akan dibuka lebih tinggi setelah libur panjang.

Sebenarnya ada secercah sentimen positif dari proyeksi laba rekor Samsung Electronics. Tapi itu semua seperti tenggelam. Perhatian utama pasar tetap nempel banget pada Iran.

Kyle Rodda, Senior Market Analyst Capital.com, bilang pasar saat ini kembali terjebak dalam hitung mundur kebijakan Presiden AS Donald Trump.

Menurut Rodda, reaksi trader pun terbelah. Ada yang mungkin nekat ambil posisi spekulatif, sementara investor lain memilih lindung nilai atau sekadar menunggu di pinggir lapangan.

Di sisi lain, Iran bersikukuh dengan posisinya. Mereka menginginkan akhir perang yang permanen, bukan cuma gencatan senjata sementara. Mereka juga ogah membuka kembali Selat Hormuz hanya karena tekanan.

Trump sendiri sudah mengeluarkan peringatan keras. Iran bisa "dihabisi" kalau tidak memenuhi tenggat. Ancaman itu bahkan spesifik: menghancurkan pembangkit listrik dan jembatan di negara tersebut. Suasana memang mencekam, dan pasar merespons dengan penuh kehati-hatian.

Editor: Agus Setiawan


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar