Struktur permodalan perusahaan juga terlihat sehat. Rasio debt to equity (DER) tercatat hanya 0,23 kali, angka yang relatif rendah dan menggambarkan kondisi keuangan yang stabil.
Menurut Direktur PT RMK Energy Tbk, Vincent Saputra, perjalanan sepanjang 2025 memang tak lepas dari gejolak pasar.
Vincent menambahkan, pertumbuhan laba terutama bersumber dari segmen jasa. Pendorongnya adalah peningkatan pendapatan dari area operasional hulu, seiring dengan mulai beroperasinya fasilitas hauling road baru di tahun 2025.
Dengan fasilitas baru itu, RMKE bisa mencatat tambahan pendapatan dari area hulu. Sementara volume jasa di hilir, khususnya pengangkutan tongkang, tetap bertahan di level yang stabil. Ke depan, perusahaan optimistis. Mereka yakin kinerja 2026 akan terus tumbuh, didukung oleh dua sumber pendapatan utama dari segmen jasa, baik di area hulu maupun hilir.
Targetnya pun cukup ambisius. Untuk tahun 2026, RMKE menargetkan volume pengangkutan batubara mencapai 12,7 juta ton. Sementara volume penjualan batubaranya ditargetkan 3,6 juta ton.
Rencana ekspansi juga sudah disiapkan. Perseroan berencana menambah volume jasa lewat perekrutan klien baru. Mereka juga akan memperluas penjualan batubara dari tambang-tambang yang sudah terhubung dengan fasilitas hauling road milik mereka.
Artikel Terkait
Wintermar Hentikan Program Buyback Lebih Cepat, Alihkan Sisa Dana untuk Operasional
Anabatic Technologies Catat Kenaikan Laba Bersih 13,2% Meski Pendapatan Turun
Tujuh Saham Perbankan Catat PBV di Bawah 1 pada Awal April 2026
IHSG Melonjak 1,45% ke 7.150, Didukung Kenaikan Luas di Semua Sektor