Longsor Tutup Rel, KA Ciremai Terhenti di Bandung Barat

- Rabu, 01 April 2026 | 18:00 WIB
Longsor Tutup Rel, KA Ciremai Terhenti di Bandung Barat

Hujan deras mengguyur kawasan Bandung Barat siang tadi, dan dampaknya langsung terasa. Jalur kereta api di petak Maswati-Sasaksaat tertutup longsoran tanah. KA Ciremai yang sedang dalam perjalanan dari Semarang menuju Bandung pun terpaksa berhenti mendadak. Keselamatan penumpang jadi prioritas utama, sehingga laju kereta tak bisa diteruskan.

Menurut informasi, kejadian ini berlangsung sekitar pukul tiga sore lewat, tepatnya di kilometer 142. Material tanah dan bebatuan tumpah ruah menutupi rel setelah hujan lebat mengguyur area tersebut. Akibatnya, perjalanan KA Ciremai terpaksa dihentikan sementara.

Kuswardojo, Manajer Humas KAI Daop 2 Bandung, menegaskan langkah penghentian itu adalah prosedur standar pengamanan.

"Petugas prasarana bersama tim terkait saat ini telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan di jalur lintasan tersebut dan melakukan evakuasi terhadap kondisi KA Ciremai," jelasnya.

Dia menambahkan, petak jalur itu untuk sementara tak bisa dilalui. Tim tanggap darurat sudah dikerahkan ke lokasi untuk membersihkan material longsor dan mengevaluasi keamanan jalur.

Gangguan pertama kali dilaporkan oleh kru KA Ciremai ke Pusat Pengendali Operasi di Bandung, tak lama setelah kejadian. Koordinasi pun langsung digelar untuk mengatasi situasi ini. Di sisi lain, semua penumpang dilaporkan dalam kondisi aman sementara proses pembersihan berlangsung.

Kuswardojo juga menyebut bahwa pihaknya telah menyiapkan skenario evakuasi jika diperlukan. "KAI terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna mempercepat proses penanganan," pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pekerjaan pembersihan masih terus dilakukan. Belum ada kepastian kapan jalur kereta api itu bisa kembali beroperasi normal. Ratusan penumpang terpaksa menunggu dengan sabar di dalam kereta, mengharapkan situasi cepat pulih.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar