Konflik Timur Tengah Pacu Harga Batu Bara, Saham Emiten di BEI Menguat

- Rabu, 01 April 2026 | 07:25 WIB
Konflik Timur Tengah Pacu Harga Batu Bara, Saham Emiten di BEI Menguat

Konflik yang berkepanjangan itu membuat premi risiko di pasar energi tetap tinggi. Alhasil, banyak pembangkit listrik di Asia dan Eropa beralih ke batu bara. Lebih murah, katanya. Jepang bahkan memberi sinyal akan meningkatkan pembangkit listrik berbasis batu bara untuk mengantisipasi guncangan energi.

Namun begitu, situasinya rumit. Ada laporan bahwa AS bersedia mengakhiri kampanye militernya terhadap Iran, meski Selat Hormuz belum sepenuhnya aman. Ini berpotensi memberi Teheran kendali lebih besar. Belum lagi kabar bahwa Iran menyiapkan gangguan di Laut Merah, yang bisa mengacaukan dua koridor perdagangan global sekaligus.

Analis dari BRI Danareksa Sekuritas melihat pola yang jelas. Kenaikan harga minyak dan gas yang masing-masing sekitar 36 persen dan 23 persen memicu peralihan massal ke batu bara. Logikanya sederhana: saat energi lain mahal, batu bara jadi pilihan yang lebih ekonomis.

Jadi, dari sisi pasar, batu bara kembali menjadi 'penerima manfaat' dari kekacauan global. Permintaan meningkat karena substitusi dari gas. Selama harga energi lain tetap tinggi, sentimen terhadap si hitam ini masih cenderung bullish.

Perlu diingat, keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan Anda. Tulisan ini hanya menyajikan gambaran situasi, bukan ajakan untuk membeli atau menjual.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar