KPIG Catat Pendapatan Rp2,6 Triliun di 2025, Didorong Lido City dan Sektor Perhotelan

- Rabu, 01 April 2026 | 09:00 WIB
KPIG Catat Pendapatan Rp2,6 Triliun di 2025, Didorong Lido City dan Sektor Perhotelan

PT MNC Tourism Indonesia, atau yang akrab dengan kode saham KPIG, baru saja merilis laporan kinerjanya. Dan hasilnya? Cukup mengesankan. Sepanjang tahun 2025, perusahaan ini berhasil membukukan pendapatan bersih hingga Rp2,6 triliun. Kalau dilihat dari tahun sebelumnya, angkanya melonjak tajam, hampir 48 persen. Sebagai perbandingan, di 2024 pendapatannya masih berkisar di angka Rp1,8 triliun.

Laba bersihnya juga ikut naik, meski tak sefantastis pendapatan. KPIG mencatat laba bersih Rp724,2 miliar, tumbuh sekitar 6,7 persen dari periode sebelumnya. Yang bikin mata terbelalak justru kinerja EBITDA-nya. Capaiannya Rp829 miliar, atau meledak lebih dari 206 persen! Margin EBITDA pun sehat, bertengger di 31,7 persen.

Posisi keuangannya sendiri tampak solid. Hingga akhir Desember 2025, total aset perseroan mencapai Rp36 triliun, sedikit meningkat dari tahun sebelumnya. Di sisi lain, liabilitasnya tercatat Rp7,2 triliun. Dengan begitu, ekuitas yang dimiliki KPIG pun menguat, menyentuh angka Rp28,8 triliun.

Lalu, dari mana semua pertumbuhan ini datang? Sorotan utama jelas tertuju pada proyek andalan mereka di Kawasan Ekonomi Khusus MNC Lido City. Kawasan seluas lebih dari seribu hektar ini terus menunjukkan perkembangan yang nyata. Salah satu pencapaian besar yang sudah bisa dinikmati adalah lapangan golf bertaraf internasional, Trump International Golf Club Lido. Fasilitas 18-hole berstandar kejuaraan itu sudah beroperasi penuh sejak awal 2025.

Perkembangannya tak berhenti di situ. Baru-baru ini, tepatnya Februari 2026, KPIG menggelar seremoni topping-off untuk clubhouse-nya. Acara itu menandai selesainya struktur utama bangunan yang digadang-gadang akan menjadi salah satu clubhouse terbesar di dunia.

Menariknya, minat pasar terhadap kawasan premium ini ternyata sangat tinggi. Buktinya, bersamaan dengan topping-off tadi, KPIG juga melakukan groundbreaking untuk Private Clubhouses Tahap 2. Ini terjadi setelah seluruh 21 unit pada Tahap 1 ludes terjual di tahun 2025, dengan total marketing sales mencapai Rp570 miliar.

Di segmen bisnis perhotelan, performa KPIG juga semakin solid. Situasi ini didukung oleh relaksasi kebijakan untuk kegiatan pemerintah yang digelar di hotel, yang tentu mendongkrak permintaan di segmen MICE.

Ambil contoh Park Hyatt Jakarta. Hotel mewah di jantung ibu kota ini terus berinovasi dengan menambah fasilitas premium, seperti pembukaan Li’an Chinese Restaurant pada Oktober lalu.

Sementara itu, The Westin Resort Nusa Dua Bali juga tak ketinggalan. Mereka baru saja merampungkan renovasi Tahap 2, termasuk pengembangan fasilitas MICE tepi pantai yang ditargetkan untuk menarik segmen pernikahan dan event korporat.

Ke depan, agenda KPIG untuk 2026 tampaknya tak kalah padat. Fokusnya masih pada pengembangan KEK MNC Lido City, ditambah berbagai inisiatif strategis lain untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar