PT Impack Pratama Industri (IMPC) menutup tahun 2025 dengan catatan yang cukup menggembirakan. Pendapatannya meroket ke angka Rp4,3 triliun, tumbuh 10,1% dari realisasi tahun sebelumnya yang sebesar Rp3,9 triliun. Bukan cuma itu, laba bersihnya juga ikut naik, mencapai Rp620 miliar atau naik 15% dari posisi 2024.
Yang menarik, capaian ini ternyata melampaui ekspektasi internal perusahaan sendiri. Sebelumnya, manajemen cuma menargetkan pendapatan Rp4,2 triliun dan laba bersih Rp600 miliar. Jadi, mereka berhasil mengungguli proyeksi yang sudah ditetapkan.
Namun begitu, di balik angka-angka positif itu, ada awan ketidakpastian yang menggelayut. Direktur Utama IMPC, Haryanto Tjiptodihardjo, mengaku khawatir dengan kondisi geopolitik global saat ini.
“Situasi ini memberi tekanan pada harga komoditas dan bikin pasar jadi makin tidak pasti. Karena itu, prospek usaha untuk tahun 2026 diprediksi akan lebih menantang,” ujarnya.
Pernyataan itu dia sampaikan dalam keterangan resmi perusahaan, Selasa (31/3/2026).
Menyikapi hal tersebut, Haryanto menyebut pihaknya tak akan tinggal diam. “Manajemen akan terus memperkuat efisiensi operasional. Langkah-langkah yang diambil juga harus cermat dan adaptif, supaya kita bisa menghadapi tantangan sekaligus menjaga kinerja perusahaan tetap solid,” tambahnya.
Artikel Terkait
Harga Minyak Dunia Melemah Didorong Rumor Perdamaian di Timur Tengah
Konflik Timur Tengah Pacu Harga Batu Bara, Saham Emiten di BEI Menguat
Analis MNC Sekuritas: IHSG Masih Rawan Koreksi ke Area 6.745
Wall Street Menguat Didorong Sinyal Damai Trump untuk Konflik Iran