Meski prospek ke depan terlihat berat, Impack Pratama ternyata belum mau menurunkan target. Untuk tahun 2026, mereka masih membidik pendapatan sebesar Rp5,1 triliun dengan laba bersih di atas Rp700 miliar. Khusus untuk kuartal pertama tahun ini, perusahaan memperkirakan pendapatan akan berada di kisaran Rp1,1 hingga Rp1,2 triliun.
Kembali ke performa 2025, peningkatan juga terlihat dari sisi profitabilitas. Laba kotor perusahaan mencapai Rp1,7 triliun, naik dari Rp1,5 triliun di tahun 2024. Margin laba kotornya pun naik tipis, dari 39,4% menjadi 39,5%.
Di sisi lain, laba usaha mereka tercatat sebesar Rp848 miliar, tumbuh 6,8% dibanding periode sebelumnya. Margin laba bersihnya pun ikut membaik, dari 13,9% menjadi 14,5%.
Hal lain yang patut disorot adalah kondisi keuangannya. EBITDA perseroan menyentuh angka Rp1 triliun, naik 8,7%. Yang lebih menggembirakan, rasio utang terhadap EBITDA anjlok signifikan dari 1,4 kali menjadi hanya 0,6 kali. Ini jelas menunjukkan struktur keuangan yang semakin sehat dan kuat.
Memang, rasio EBITDA terhadap beban bunga sedikit melunak dari 14,5 kali menjadi 13,2 kali. Tapi angka itu tetap mencerminkan kemampuan perusahaan yang kuat dalam memenuhi kewajiban pembiayaannya. Secara keseluruhan, fondasi mereka terlihat kokoh untuk menghadapi tahun-tahun yang lebih bergejolak.
Artikel Terkait
Harga Minyak Dunia Melemah Didorong Rumor Perdamaian di Timur Tengah
Konflik Timur Tengah Pacu Harga Batu Bara, Saham Emiten di BEI Menguat
Analis MNC Sekuritas: IHSG Masih Rawan Koreksi ke Area 6.745
Wall Street Menguat Didorong Sinyal Damai Trump untuk Konflik Iran