Ngomong-ngomong soal IPO, lebih dari 60 gerai baru dibangun setelah perusahaan go public pada April lalu. Ini sekaligus bukti komitmen manajemen atas penggunaan dana hasil IPO. Hingga akhir 2025, jaringan mereka tumbuh 37 persen. Totalnya kini ada 316 gerai aktif, bandingkan dengan 231 gerai di akhir 2024.
Pencapaian lain yang patut dicatat adalah peluncuran dua gerai perdana Fore Donut. Gerai pertama dibuka di Supermall Karawaci, Tangerang, dan yang kedua di kawasan Panglima Polim, Jakarta Selatan. Momen ini menjadi tonggak sejarah diversifikasi bisnis mereka di akhir 2025.
Rupanya sambutan pasar cukup hangat. Momentum positif ini berlanjut hingga Maret 2026, dengan dibukanya outlet ketujuh di Epiwalk, Jakarta Selatan. Keberhasilan meluncurkan varian donut ini menunjukkan kemampuan eksekusi tim dalam merambah segmen pasar baru.
Di sisi lain, Presiden Komisaris FORE, Willson Cuaca, mengaku puas dengan eksekusi peta jalan pasca-IPO. Baginya, kesuksesan peluncuran Fore Donut adalah bukti nyata bahwa mesin inovasi di internal perusahaan berjalan dengan baik.
Semua pencapaian ini tentu menjadi modal kuat bagi Fore untuk melangkah lebih kencang di tahun-tahun mendatang. Pertanyaannya sekarang, apakah momentum ini bisa dipertahankan?
Artikel Terkait
Wall Street Menguat Didorong Sinyal Damai Trump untuk Konflik Iran
Pemerintah Resmi Terapkan WFH Setiap Jumat untuk ASN Mulai April 2026
Semen Baturaja Catat Kenaikan Pendapatan dan Laba Bersih di 2025
Pemerintah Tetapkan WFH Setiap Jumat untuk ASN, Potensi Hemat Anggaran Rp6,2 Triliun