Tahun lalu jadi tahun yang manis bagi Fore Kopi Indonesia. Perusahaan yang menaungi gerai Fore Coffee dan Fore Donut itu membukukan kinerja keuangan yang cukup impresif. Laba bersihnya melonjak 55 persen, mencapai angka Rp90 miliar sepanjang 2025.
Lonjakan laba itu, tentu saja, punya pemicu. Pendapatan mereka ikut naik signifikan, tepatnya 44 persen, menjadi Rp1,5 triliun. Tak cuma itu, EBITDA juga ikut meroket 58 persen ke level Rp300 miliar. Angka-angka ini jelas bukan pencapaian biasa.
Di balik performa gemilang itu, ada strategi ekspansi yang agresif. Sepanjang tahun lalu, Fore Coffee membuka lebih dari 90 gerai baru. Ekspansi inilah yang menjadi motor penggerak pertumbuhan mereka.
Presiden Direktur FORE, Vico Lomar, menyoroti hal ini. Menurutnya, hasil positif tersebut menunjukkan komitmen operasional perusahaan dan kemampuan mereka membaca pasar.
Dia menambahkan, fokus utama tetap pada pengalaman ngopi premium yang harganya bersahabat. Selain itu, manajemen juga memastikan dana dari IPO dimanfaatkan dengan strategis.
Artikel Terkait
Wall Street Menguat Didorong Sinyal Damai Trump untuk Konflik Iran
Pemerintah Resmi Terapkan WFH Setiap Jumat untuk ASN Mulai April 2026
Semen Baturaja Catat Kenaikan Pendapatan dan Laba Bersih di 2025
Pemerintah Tetapkan WFH Setiap Jumat untuk ASN, Potensi Hemat Anggaran Rp6,2 Triliun