Seorang kuli bangunan berusia 24 tahun, Angga Putra, akhirnya diamankan polisi. Ia diduga menjadi otak pembobolan sebuah Taman Kanak-kanak di kawasan Garut, Jawa Barat. Aksi nekatnya itu terjadi pada Rabu malam lalu, tepatnya lewat pukul 11.30 malam.
Kapolsek Garut Kota, AKP Zainuri, membenarkan penangkapan tersebut.
"Benar kami telah mengamankan pelaku pembobolan TK. Sudah ditahan," katanya, Minggu (14/12/2025).
Menurut penyelidikan, malam itu Angga memanjat tembok sekolah. Setelah berhasil masuk ke dalam, dia lalu membobol pintu dengan menggunakan pemahat. Ruangan yang seharusnya dipenuhi celoteh ceria anak-anak itu malah disatroni. Tak tanggung-tanggung, barang-barang yang digasaknya beragam; dari televisi, tabung gas, proyektor (infocus), hingga snack untuk pesta ulang tahun. Bahkan, uang tunai sebesar Rp 5,8 juta juga lenyap.
"Total kerugian yang dialami korban mencapai Rp 15,9 juta," tambah Zainuri.
Setelah berhasil diamankan, pelaku mengaku. Rupanya, motifnya sederhana sekaligus memprihatinkan. Hasil curian itu dijual dan uangnya dipakai untuk modal bermain judi online. Bukan cuma itu, uang hasil kejahatan itu juga dipakai untuk foya-foya.
"Pengakuannya uang hasil curian digunakan untuk bermain judi online dan foya-foya," jelas Kapolsek.
Kini, Angga harus mendekam di tahanan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kasus ini menyisakan tanda tanya besar: bagaimana bisa hasrat berjudi bisa mendorong seseorang merusak tempat yang seharusnya menjadi ruang belajar paling polos?
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi