PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) 24,41 persen
PT Tunas Alfin Tbk (TALF) 23,33 persen
PT Madusari Murni Indah Tbk (MOLI) 22,02 persen
PT Esta Multi Usaha Tbk (ESTA) 19,32 persen
PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM) 17,28 persen
Di sisi lain, tak semua saham beruntung. Sepuluh saham yang masuk kategori top loser mengalami tekanan jual cukup dalam. Mereka adalah MDIY, GSMF, DATA, PPRE, NZIA, RGAS, SSTM, GMFI, RANC, dan RONY. Penurunannya bervariasi, mulai dari 12,25 persen hingga hampir 15 persen.
Kalau bicara saham yang paling laris ditransaksikan, atau top value, papan atas masih didominasi para raksasa perbankan. BRI (BBRI) memimpin dengan transaksi senilai Rp999 miliar. Di belakangnya, ada BCA (BBCA) dengan Rp975 miliar, dan Mandiri (BMRI) dengan Rp873 miliar.
Dua emiten lain yang masuk lima besar adalah Bumi Resources (BUMI) dan Petrindo Jaya Kreasi (CUAN), dengan nilai transaksi masing-masing Rp694 miliar dan Rp505 miliar. Jadi, meski indeks merah, aktivitas di pasar tetap terlihat ramai.
Begitulah gambaran pasar saham di akhir sesi Maret 2026. Meski IHSG turun, aksi beberapa saham ternyata cukup spektakuler untuk ditandai.
Artikel Terkait
Pemerintah Tetapkan WFH Setiap Jumat untuk ASN, Potensi Hemat Anggaran Rp6,2 Triliun
Rupiah Melemah ke Rp17.041 Didorong Ketegangan Global dan Penutupan Selat Hormuz
IHSG Turun 0,61% ke 7.048,22 Didorong Aksi Ambil Untung di Sektor Energi
IHSG Berbalik Turun 0,53% di Sesi I, Sektor Industri Anjlok 1,45%