iNSulteng – Kabar mengejutkan kembali datang dari dunia otomotif Jepang.
window.googletag = window.googletag || {cmd: []};
googletag.cmd.push(function() {
googletag.defineSlot('/22996174068,22579199035/ca-pub-2917775418894286-tag/id_insulteng_PC_after_paragraph_1_300x250', [300,250], 'div-gpt-ad-202401261517657-176')
.addService(googletag.pubads());
googletag.pubads().enableSingleRequest();
googletag.pubads().set("page_url", "murianetwork.com");
googletag.enableServices();
googletag.display('div-gpt-ad-202401261517657-176');
});
Kali ini Toyota terlibat skandal penyimpangan sertifikasi, misalnya tenaganya besar di atas kertas namun nyatanya 0 besar.
Usai kabar mengejutkan menimpa Daihatsu jepang akibat skandal uji coba palsu beberapa merek mobil, giliran Toyota terlibat skandal sertifikat palsu.
Baca Juga: Ikatan Wartawan Online (IWO) Sulteng Resmi Terbentuk, Berikut Struktur Pengurusnya
Jika Daihatsu menyeret Toyota Avanza, Toyota Rush, Daihatsu Terios, Toyota Raiz, Rocy dan Yaris Croos, kini giliran Toyota Fortuner hingga Alphard terseret.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-mobileInArticle'); });
Kantor Toyota di Jepang juga digerebek oleh Kementerian Transportasi negara setempat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Menteri Kesehatan Ingatkan Cara Pakai Bantal Leher yang Benar Saat Mudik
Stellantis dan Indomobil Bawa Merek Listrik Leapmotor ke Indonesia Tahun Depan
Rafka Bawa Dendam dan Ancaman Maut di Episode Terbaru Mencintai Ipar Sendiri
Mitsubishi Targetkan Pangsa Pasar Dua Digit di Indonesia pada 2026