IHSG akhirnya kehilangan momentumnya di penghujung perdagangan Selasa (30/3/2026). Padahal di sesi pagi, indeks masih sempat menghijau. Namun begitu, tekanan jual akhirnya mendorong indeks turun 0,61 persen, mengunci posisi di 7.048,22.
Meski melemah, indeks masih bertahan di atas level psikologis 7.000. Sepanjang hari, pergerakannya terbatas di rentang 7.031 hingga 7.122. Transaksi terlihat cukup aktif, dengan volume mencapai 246 juta lot dan nilai perdagangan reguler menyentuh Rp13,92 triliun.
Penurunan IHSG ini diikuti mayoritas indeks sektoral. IDX30 melemah tipis 0,03 persen, sementara LQ45 turun 0,23 persen. Dua indeks yang kemarin sempat cerah, JII dan ISSI, ikut terseret koreksi masing-masing 0,21 persen dan 0,50 persen.
Lalu, apa yang jadi pemberat utama? Tampaknya, aksi ambil untung atau profit taking di saham-saham energi berperan besar. Ambil contoh AADI. Saham ini anjlok 3,43 persen ke Rp11.275, padahal sebelumnya sudah meroket lebih dari 60 persen sejak awal tahun.
Namun, sektor yang justru paling terpuruk hari ini adalah TRANSPORT. Anjlok 4,6 persen! Penurunan ini tak lepas dari pelemahan ekstrem saham Garuda Indonesia (GIAA) yang minus 8 persen dan ELPI yang terjun bebas 10 persen.
Di sisi lain, ada juga sektor yang mampu bertahan. Sektor NON-CYCLICAL justru rebound 1,48 persen, ditopang kinerja saham seperti ICBP yang naik 1,7 persen dan AMRT yang melonjak 5,3 persen. Performa ini cukup kontras dengan sektor ENERGY yang lesu 2,75 persen dan TECHNOLOGY yang turun 1,31 persen.
Deretan saham yang paling terpukul hari ini cukup beragam. MDIY memimpin dengan penurunan 15 persen ke Rp770. ELPI, seperti sudah disebut, ikut dalam daftar ini dengan pelemahan 10 persen. IMAS juga tak kalah parah, terkoreksi 9 persen ke level Rp935.
Tapi jangan salah, di tengah sentimen negatif yang mendominasi, beberapa saham justru bersinar. BKSL melesat 9 persen ke Rp112. BALI menguat 8 persen, begitu pula dengan MSIN yang naik ke level Rp630. Mereka inilah yang masuk jajaran top gainers hari ini.
Jadi, pasar hari ini memang diwarnai aksi ambil untung dan koreksi selektif. Meski IHSG ditutup melemah, pergerakan di level saham tetap menunjukkan dinamikanya sendiri.
Artikel Terkait
Wall Street Menguat di Awal Perdagangan, Optimisme AI dan Harapan Damai AS-Iran Jadi Pendorong
PT Segar Kumala Indonesia Alihkan Transaksi Impor ke Yuan China untuk Tekan Dampak Pelemahan Rupiah
Citra Tubindo Bagikan Dividen 21,78 Juta Dolar AS ke Pemegang Saham
PT BEEF Rombak Direksi dan Komisaris, Ari Wijayanto Ditunjuk sebagai Dirut Baru