Fed Pilih Tunggu dan Lihat Dampak Perang Iran Terhadap Inflasi

- Selasa, 31 Maret 2026 | 08:00 WIB
Fed Pilih Tunggu dan Lihat Dampak Perang Iran Terhadap Inflasi

Pernyataan ini konsisten dengan sikap yang mereka tunjukkan awal bulan ini, di mana suku bunga acuan dipertahankan di kisaran 3,50–3,75 persen. Tapi situasinya memang rumit. Powell mencatat, inflasi sudah bertengger di atas target 2 persen selama hampir lima tahun. Penyebabnya berlapis; mulai dari lonjakan permintaan pasca-pandemi, keterbatasan pasokan global, hingga dampak tarif yang dia sebut sebagai guncangan lebih kecil.

Kini, ada faktor baru: energi.

“Kini kita menghadapi guncangan energi. Tidak ada yang tahu seberapa besar dampaknya. Masih terlalu dini untuk memastikan,”

katanya dengan nada hati-hati. Ketidakpastian itu tercermin di pasar minyak. Pada hari Senin, harganya bergerak tak menentu. Brent sedikit melemah sekitar 0,7 persen ke 111,81 dolar per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) justru naik 2,7 persen ke 102,36 dolar. Keduanya, bagaimanapun, sudah melonjak signifikan sejak konflik pecah akhir Februari lalu.

Jadi, intinya adalah kesabaran. The Fed memegang kendali, tapi matanya tetap terbuka lebar. Mereka tak mau gegabah, memilih untuk membiarkan data dan situasi yang berbicara lebih dulu sebelum mengambil langkah berikutnya.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar