Analis Prediksi Rupiah Sentuh Rp17.100 Pekan Depan Didorong Gejolak Timur Tengah

- Minggu, 29 Maret 2026 | 11:55 WIB
Analis Prediksi Rupiah Sentuh Rp17.100 Pekan Depan Didorong Gejolak Timur Tengah

Di sisi lain, di dalam negeri Amerika Serikat sendiri, kepemimpinan Donald Trump mulai goyah. Survei menunjukkan tingkat kepercayaan publik jatuh di bawah 40 persen, salah satunya gara-gara harga BBM yang melambung dan status darurat penerbangan. Namun begitu, pelaku pasar kini justru menanti kepemimpinan baru di Bank Sentral AS. Kevin Hoss yang akan memimpin mulai April mendatang diprediksi akan mengambil langkah berani: menurunkan suku bunga meski inflasi masih tinggi.

Meski isu perang dagang agak tertutupi oleh berita konflik bersenjata, Ibrahim mencatat bahwa penerapan tarif tinggi mencapai 15 persen dengan negara mitra tetap berjalan. Jadi, tekanan dari sisi perdagangan juga belum reda.

Lalu, bagaimana dengan logam mulia? Di tengah gejolak nilai tukar ini, Ibrahim melihat tren menarik. Bank Sentral di berbagai negara justru ramai-ramai membeli emas sebagai instrumen lindung nilai. Uniknya, pelemahan rupiah kita justru jadi penahan agar harga emas dalam negeri tidak koreksi terlalu dalam.

“Karena kita lihat bahwa walaupun harganya turun, ini kesempatan terbaik bagi Bank Sentral Global untuk melakukan pembelian dengan harga yang relatif lebih murah. Dan harus diingat bahwa pelemahan logam mulia itu tertahan oleh pelemahan mata uang rupiah,”

ungkapnya.

Data pasar pun sudah menunjukkan sinyal pelemahan. Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,45 persen ke posisi Rp16.980 per dolar AS. Sementara itu, berdasarkan Jisdor Bank Indonesia, pelemahannya 0,32 persen harian ke Rp16.957.

Dengan semua faktor ini, Ibrahim memperkirakan pergerakan rupiah pada Senin nanti akan fluktuatif. Tapi pada akhirnya, penutupannya diproyeksikan tetap melemah, berada di rentang Rp16.980 sampai Rp17.030 per dolar AS. Pekan depan, waspadai pergerakannya.

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar