Kerugian itu terutama didorong oleh performa Alfamart Trading Philippines Inc.
Soal kondisi keuangan, per akhir Desember 2025 total aset perseroan tercatat Rp42,57 triliun. Liabilitasnya meningkat menjadi Rp23,19 triliun, sementara total ekuitasnya berada di angka Rp19,36 triliun.
Ekspansi jaringan gerai memang terlihat nyata. Hingga akhir tahun lalu, Alfamart sudah mengoperasikan 21.120 gerai ritel dan 359 gerai stock point milik entitas anak. Persebarannya cukup menarik: 25% ada di kawasan Jabodetabek, 40% di Jawa (di luar Jabodetabek), dan 35% sisanya tersebar di luar Pulau Jawa. Sebuah strategi yang rupanya cukup efektif.
(DESI ANGRIANI)
Artikel Terkait
Analis Prediksi Rupiah Bisa Anjlok ke Rp17.100 per Dolar AS
Ekonom: Konflik Timur Tengah Perkuat Urgensi Insentif Kendaraan Listrik
Analis Proyeksikan IHSG Masih Rawan Koreksi, Target Support Jauh di Bawah 7.000
Harga Emas Antam Stagnan di Rp 2,837 Juta per Gram