Di sisi produksi, kinerja juga positif. Produksi TBS inti perseroan naik menjadi 354.290 ton, dari sebelumnya 319.085 ton. Dengan capaian ini, CSRA berhasil menjaga tingkat pertumbuhan dengan CAGR sejak 2020 di angka 2,9 persen.
Bagaimana dengan kondisi keuangannya secara keseluruhan? Posisi aset per 31 Desember 2025 tercatat Rp2,52 triliun, meningkat 12 persen dari tahun sebelumnya. Liabilitas perusahaan juga naik 10,7 persen menjadi Rp1,05 triliun.
Yang menggembirakan, total ekuitas CSRA ikut membesar. Angkanya naik 12,9 persen, dari Rp1,29 triliun menjadi Rp1,47 triliun. Sebuah pencapaian yang solid di tengah dinamika pasar yang bergejolak.
Artikel Terkait
Pemerintah Kurangi Hari Operasional Program Makan Bergizi Gratis demi Efisiensi
Saham Bakrie Melawan Arus, ENRG dan DEWA Catat Kenaikan Signifikan
BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham Multipolar Technology Usai Anjlok 76%
Tambang Nikel Hengjaya di Morowali Dihentikan Sementara Usai Kecelakaan Kerja Tewaskan Pekerja