Operasional tambang nikel Hengjaya di Morowali mendadak berhenti total. Ini bukan rencana, melainkan respons darurat menyusul sebuah insiden tragis: seorang pekerja kontrak tewas dalam kecelakaan kerja pada Rabu, 25 Maret 2026.
Langkah penghentian sementara ini diumumkan langsung oleh Nickel Industries Ltd, perusahaan yang mengelola tambang tersebut. Lewat keterangan resminya, Corporate Secretary mereka, Richard Edwards, menyatakan pihaknya sepenuhnya mendukung proses investigasi yang akan digelar pemerintah.
"Tambang Hengjaya telah menghentikan seluruh operasinya sementara menunggu investigasi oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM),"
tulis Edwards pada Kamis (26/3/2026). Intinya, semua aktivitas di lokasi tambang itu kini terpaksa diam, menunggu arahan lebih lanjut.
Artikel Terkait
Laba Bersih CSRA Melonjak 27,7% Didorong Kenaikan Harga CPO
Saham Bakrie Melawan Arus, ENRG dan DEWA Catat Kenaikan Signifikan
BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham Multipolar Technology Usai Anjlok 76%
Harga Emas Anjlok 2,84%, Tertekan Dolar AS dan Ketegangan Timur Tengah