Tanrise Property (RISE) Catat Laba Melonjak 165% pada 2025 Didorong Apartemen

- Jumat, 27 Maret 2026 | 00:40 WIB
Tanrise Property (RISE) Catat Laba Melonjak 165% pada 2025 Didorong Apartemen

Budi merasa pencapaian ini bukanlah kebetulan. Ia menegaskan bahwa kinerja sepanjang 2025 membuktikan fundamental bisnis perseroan yang kian kuat.

"Pertumbuhan pendapatan yang konsisten serta lonjakan laba tahun berjalan mencerminkan keberhasilan kami dalam mengelola proyek secara selektif dan meningkatkan efisiensi operasional,” ujarnya.

Struktur pendapatannya sendiri masih didominasi oleh pengembangan real estat. Segmen ini menyumbang 54 persen atau setara Rp220,9 miliar, sesuai dengan fokus utama mereka sebagai pengembang properti.

Di sisi lain, ada hal menarik yang mulai terlihat. Kontribusi dari segmen perkantoran dan hospitality perlahan menunjukkan peran yang makin penting. Kedua segmen ini mulai memberikan pendapatan berulang yang lebih stabil, apalagi dengan pemulihan ekonomi dan mobilitas masyarakat yang semakin baik.

Lantas, bagaimana rencana mereka ke depan?

Memasuki 2026, Budi menyebut fokus utama tetap pada proyek-proyek yang punya daya serap pasar kuat. Mereka juga akan mempercepat monetisasi proyek yang sudah ada untuk mendukung arus kas.

Secara bersamaan, perseroan tak akan berhenti mendorong peningkatan pendapatan berulang, terutama dari hospitality dan aset komersial. Tujuannya jelas: untuk memperkuat stabilitas kinerja jangka panjang. Kombinasi strategi ini diharapkan bisa jadi fondasi yang kokoh untuk menjaga kesinambungan bisnis.

“Dengan landasan kinerja yang kuat di 2025, perseroan optimistis dapat melanjutkan momentum pertumbuhan pada tahun-tahun mendatang. Melalui strategi pengembangan proyek yang terukur serta diversifikasi portofolio sekaligus menjaga disiplin keuangan untuk memastikan keberlanjutan kinerja di tengah dinamika industri properti,” pungkas Budi.

(Dhera Arizona)

Editor: Bayu Santoso


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar