Laba Bersih ABM Investama Anjlok 51% di Tengah Tekanan Harga Batu Bara

- Senin, 23 Maret 2026 | 06:15 WIB
Laba Bersih ABM Investama Anjlok 51% di Tengah Tekanan Harga Batu Bara

Di sisi lain, pendapatan dari entitas asosiasi juga tak luput dari koreksi, turun 44 persen. Meski beban keuangan berhasil ditekan cukup baik sebesar 30 persen, dampaknya terhadap laba bersih tetap terasa.

Setelah semua disesuaikan, termasuk pajak dan penghasilan lain, laba bersih yang tersisa ya angka USD70,5 juta tadi.

Namun begitu, di balik laporan laba yang suram, kondisi keuangan ABMM sebenarnya masih terlihat solid. Posisi kas dan setara kas mereka justru tumbuh 17 persen secara tahunan, mencapai USD199 juta. Ini setidaknya menunjukkan kekuatan finansial yang masih mereka miliki.

Tapi, ada juga catatan yang perlu diperhatikan. Persediaan mereka menyusut cukup tajam, 33 persen, menjadi USD40 juta. Imbasnya, aset lancar turun 6 persen. Total aset perusahaan pun ikut berkurang 2 persen.

Di bagian liabilitas, utang jangka pendek turun 14 persen berkat berkurangnya utang usaha. Namun, utang bank jangka pendek justru melonjak tinggi, naik 22 persen. Sementara utang jangka panjang relatif stabil, hanya turun tipis.

Yang cukup menggembirakan, ekuitas ABMM justru tumbuh sekitar 4 persen. Saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya pun terpantau cukup sehat, mencapai USD691 juta. Jadi, meski tahun lalu berat, fondasinya belum goyah.

(Rahmat Fiansyah)

Editor: Bayu Santoso


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar