Belum lama ini, tepatnya di kuartal pertama 2026, proyek retrofit di Wayang Windu juga beres. Hasilnya, kinerja keseluruhan pembangkit listrik mereka semakin terdongkrak.
Lalu, apa rencana ke depannya? Ternyata masih ada lagi. Perusahaan milik konglomerat Prajogo Pangestu ini akan melanjutkan pengembangan Salak Unit 7 dan Wayang Windu Unit 3. Targetnya, kedua unit ini bisa beroperasi komersial sebelum tutup tahun 2026.
Hendra tampaknya optimis dengan roadmap tersebut.
Jika semua berjalan sesuai rencana, maka milestone 1 gigawatt itu benar-benar dalam jangkauan. Sebuah pencapaian yang cukup signifikan di industri energi hijau tanah air.
Artikel Terkait
Laba Bersih ABM Investama Anjlok 51% di Tengah Tekanan Harga Batu Bara
Pendapatan Trimegah Sekuritas Melonjak 85% Jadi Rp1,68 Triliun pada 2025
CP Prima Catat Laba Bersih Rp424 Miliar, Naik 32% pada 2025
Laba Bersih INKP dan TKIM Berjalan Berbeda Meski Penjualan Sama-Sama Turun Tipis