Menurut Sujaya, perbaikan ini adalah buah dari pengelolaan arus kas yang lebih ketat dan optimal. "Ini seiring dengan peningkatan aktivitas operasional serta pengelolaan modal kerja yang lebih disiplin," tambahnya.
Meski optimis dengan prospek sektor offshore, manajemen menyatakan akan tetap berhati-hati. Ekspansi akan dilakukan secara terukur.
“Kami melihat peluang yang masih cukup baik di sektor offshore. Namun demikian, perseroan akan tetap menjalankan strategi ekspansi yang terukur dan disiplin, dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi makroekonomi global serta dinamika industri energi," tutur dia.
Di sisi lain, laporan keuangan mereka menunjukkan beberapa perubahan dalam struktur. Jumlah liabilitas atau kewajiban berhasil ditekan, turun menjadi USD 10,71 juta dari posisi sebelumnya USD 12,28 juta. Namun, jumlah aset juga tercatat menyusut sedikit, dari USD 36,25 juta menjadi USD 34,19 juta per akhir Desember 2025.
Secara keseluruhan, tahun 2025 menjadi tahun yang positif bagi BOAT dengan kinerja operasional yang kuat mendorong profitabilitas.
Artikel Terkait
Wall Street Menguat di Tengah Harapan Pembukaan Kembali Selat Hormuz
Program Mudik Gratis Pemerintah Berangkatkan 500 Pemudik dari Jakarta
BEI Tetapkan Libur Perdagangan 5 Hari Berturut-turut Maret 2026 untuk Nyepi dan Idulfitri
PGJO Lepas Anak Usaha Pariwisata, Fokus Beralih ke Logistik dan Tambang